Senin, 17 Agustus 2009

Apa dan Mengapa Vitamin A

PEMBERIAN KAPSUL VITAMIN A PADA BALITA

1. Apa manfaat kapsul vitamin A untuk balita?

a. Menjaga kesehatan mata dan mencegah kebutaan.
b. Meningkatkan daya tahan tubuh.
c. Bila terkena diare, campak atau infeksi lain, maka penyakit tersebut tidak akan menjadi parah sehingga tidak membahayakan jiwa anak.

2. Kapan kapsul vitamin A diberikan?

a. Secara periodik untuk:
1) Anak balita 6-59 bulan, diberikan 1 (satu) kapsul secara serentak setiap bulan Februari dan Agustus.
Umur 6-11 bulan: Kapsul biru (100.000 SI)
Umur 12-59 bulan: Kapsul merah (200.000 SI)

b. Pada kejadian tertentu
1) Bila ditemukan kasus xerophthalmia, campak, diare, ISPA, dan gizi buruk (marasmus, kwashiorkor, marasmic kwashiorkor).
Tindakan yang harus dilakukan adalah:
Saat ditemukan:
Berikan 1 (satu) kapsul vitamin A warna merah atau biru sesuai umur
Hari berikutnya:
Berikan lagi 1 (satu) kaspsul vitamin A merah atau biru sesuai umur
Dua minggu berikutnya:
Berikan lagi 1 (satu) kaspsul vitamin A merah atau biru sesuai umur.

2) Bila ada Kejadian Luar Biasa (KLB) campak, pneumonia, diare, gizi buruk, dan infeksi lain
Kepada seluruh balita di wilayah tersebut diberi satu kapsul vitamin A sesuai umur. Bila balita tersebut telah menerima kapsul terakhir belum mencapai 30 hari pada saat KLB maka kepada balite tersebut tidak dianjurkan lagi diberikan kapsul vitamin A.

3) Kejadian bencana alam
Seluruh balita di wilayah bencana alam/pengungsian diberi kapsul vitamin A dengan dosis sesuai umur.

4) Sweeping
Sweeping adalah salah satu upaya untuk menjaring sasaran dalam meningkatkan pemberian kapsul vitamin A. Hal ini dilakukan bila masih terdapat sasaran yang beluj mendapatkan kapsul vitamin A pada hari pemberian yang telah ditentukan dalam bentuk kunjungan rumah.

3. Di mana memperoleh kapsul vitamin A?
a. Posyandu
b. Polindes (Bidan di Desa)
c. Puskesmas pembantu
d. Puskesmas
e. Praktik swasta (Bidan, Rumah Bersalin, Klinik Bersalin dll)
f. Kelompok KIA.

4. Bagaimana memberikan kapsul vitamin A kepada bayi dan anak balita?
Gunting ujung kapsul, keluarkan isi kapsul dengan memencet kapsul sampai semua isinya masuk ke mulut anak.

5. Siapa yang bisa memberikan kapsul vitamin A pada bayi dan anak balita?

a. Petugas kesehatan
b. Bidan di Desa
c. Tokoh Masyarakat
d. Kepala Desa
e. Ketua RT/RW
f. Kader
g. Orang tua/keluarga.

Bayi ASI Cenderung Kurang Vitamin D

Kekurangan vitamin D amat umum pada bayi. Temuan terbaru menyebutkan bayi yang mendapat air susu ibu berpotensi lebih besar kekurangan vitamin D daripada yang mengkonsumsi susu formula.

Ini adalah hasil studi yang cukup menghentak mengingat selama ini segala yang terbaik diperoleh dari ASI.

Penelitian itu dilakukan pada 380 bayi dan anak di bawah usia lima tahun di rumah sakit anak-anak Boston. Sebanyak 40% di antaranya mendapatkan vitamin D amat standar, dan 12% lainnya secara klinis digolongkan kekurangan vitamin D.

Anak-anak dan balita yang mendapat ASI 10 kali lipat kekurangan vitamin D dibanding yang mengkonsumsi susu botolan.

Vitamin D yang merupakan hasil sintesa tubuh dibantu sinar matahari memainkan peranan penting dalam upaya mengurangi risiko diabetes, mutiple scerosis, dan beberapa jenis kanker.

Gejala kekurangan vitamin D meningkat pada anak-anak dan dewasa, karena gaya hidup modern yang lebih banyak beraktifitas dalam ruangan.

Hasil penelitian yang dipublikasikan Archieves of Pediatrics and Adolescent Medicine itu langsung menuju inti debat selama ini, yaitu seberapa banyak kebutuhan vitamin D dan bagaimana cara terbaik untuk mendapatkannya.

Profesor James A Taylor dari Fakultas Kedokteran University of Washington menulis artikel yang mengkritik lemahnya konsensus di antara pakar kesehatan, untuk menetapkan tingkat vitamin D yang memenuhi syarat kesehatan.

Selain itu, hanya sedikit riset yang memperlihatkan efek jangka panjang dari kekurangan vitamin D pada usia amat sangat muda.

Penelitian yang berlangsung di Boston antara 2005 hingga 2007 itu menunjukkan anak-anak dan dewasa yang berkulit gelap cenderung kurang vitamin D karena ada ekstra pigmen yang menghalangi tubuh mensintesa vitamin D. Kemampuan itu makin merosot pada musim dingin.

Pada penelitian itu hanya 20 anak yang mendapat ASI eksklusif dan hanya enam di antaranya yang mendapat suplemen vitamin D.

Kekurangan vitamin D pada balita yang disusui disebabkan oleh ibunya yang memang tergolong kurang vitamin tersebut. Sedangkan pada susu formula umumnya telah ditambahkan bahan yang mengandung vitamin D.

Sebagian pakar menyebutkan tambahan suplemen vitamin D pada ibu atau balita ber-ASI dianggap tidak perlu, sepanjang mendapat cukup sinar matahari pagi.

Rabu, 29 Juli 2009

Tips Mencari / Memilih Sekolah untuk Anak Usia Dini

> Hal paling mendasar yang harus dilakukan oleh orangtua dalam upaya mencari
> sekolah untuk putra-putrinya adalah :
>
> 1. Orangtua harus mengevaluasi serta bertanya pada diri sendiri untuk
> kemudian menetapkan :
>
> (a) Falsafah & nilai-nilai yang dimiliki oleh keluarga.
> Tentunya orangtua menginginkan bahwa di sekolah manapun, anak akan belajar
> dan mendapatkan falsafah serta nilai-nilai yang selaras dengan yang
dimiliki
> oleh keluarga.
>
> (b) Visi & misi keluarga.
> Tujuan orangtua menyekolahkan anaknya akan membentuk harapan atas apa yang
> akan didapat anak di sekolah. Apakah orangtua ingin memperkenalkan kepada
> anak tentang nuansa kehidupan di luar rumah? Apakah orangtua ingin
mendapat
> bantuan dari sekolah untuk mengatasi masalah anak (misalnya masalah
> sosialisasi, gangguan perkembangan dll)? Visi dan misi ini juga akan
> membentuk skala prioritas orangtua dalam mencari sekolah untuk anaknya,
> termasuk hal apa yang harus dikompromikan, karena tentunya tidak ada
sekolah
> yang sempurna dalam memenuhi segala persyaratan dan harapan kita sebagai
> orangtua.
>
> (c) Nuansa sekolah yang dicari.
> Apakah orangtua menginginkan sekolah yang memiliki nuansa tertentu,
seperti
> religius atau berbahasa asing?
>
> (d) Dana yang dimiliki.
> Cukup banyak orang salah kaprah dengan menyimpulkan bahwa sekolah yang
baik
> adalah sekolah yang mahal, oleh karena itu banyak orangtua memaksakan diri
> untuk menyekolahkan anaknya dengan alasan bahwa apapun akan dilakukan
> asalkan si anak mendapat pendidikan terbaik. Tetapi sesungguhnya salah
satu
> 'pelajaran' hidup yang sangat penting diberikan kepada anak kita adalah
> bagaimana menerima diri apa adanya dan tidak memaksakan diri untuk berada
di
> luar batas kemampuannya.
>
> (e) Seberapa jauh orangtua memiliki kemampuan untuk menunjang pendidikan
> anaknya di rumah?
> Ada banyak kasus yang menunjukkan bahwa orangtua berharap, sekolah bisa
> menjadi pengganti diri dan fungsinya. Orangtua sibuk beraktivitas, tidak
> 'sempat' memperhatikan/mengajarkan budi pekerti, sehingga diharapkan
> anak-anak belajar tentang budi pekerti dari guru-gurunya di sekolah.
> Orangtua merasa tidak memiliki kemampuan berbahasa asing, maka anaknya
> disekolahkan di sekolah dwi/multi-bahasa, dengan harapan bahwa kelak dalam
> kehidupannya, si anak akan fasih berbahasa asing. Jangan pernah lupa,
bahwa
> konsistensi adalah faktor terpenting dalam pendidikan anak, apalagi di
usia
> dini. Akan percuma si anak belajar tentang budi pekerti di sekolah, jika
di
> rumah tidak ada yang memberi contoh. Sama halnya, seperti penggunaan
bahasa
> asing di sekolah, padahal di rumah bahasa itu tidak pernah dipakai.
Ketidak
> konsistenan seperti itu hanya akan menjadi potensi masalah bagi si anak
dan
> oleh karena itulah orangtua sebaiknya menimbang betul kemampuannya dalam
> menunjang pendidikan anak di rumah.
>
> 2. Orangtua harus melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah yang menjadi
> pilihan untuk anaknya, supaya dapat melihat sendiri keadaan di sana,
> menangkap suasana serta bertanya-jawab langsung dengan pihak sekolah
maupuan
> orangtua dari murid di sekolah tersebut. Saat melakukan kunjungan ini,
> datanglah dulu sendirian agar dapat leluasa mengobservasi keadaan sekolah
> dan bertanya jawab. Jika kemudian orangtua merasa cocok dengan apa yang
> dilihat & didengarnya, rencanakan kunjungan ke-2 bersama anak, agar
orangtua
> bisa melihat apakah anak merasa cukup nyaman di sekolah itu (beberapa
> sekolah menawarkan fasilitas uji coba / trial, pakailah!). Namun perlu
> diingat bahwa kemampuan setiap anak untuk beradaptasi di lingkungan baru
> berbeda. Jika anak menangis dan kelihatan takut, bukan berarti bahwa
sekolah
> itu buruk dan tidak cocok untuknya.
>
> Beberapa informasi penting yang perlu dicari mengenai sekolah tersebut
> adalah:
> (a) Program
> Orangtua perlu dan boleh bertanya, bagaimana konsep dan sistem pengajaran
di
> sekolah itu; apakah kreativitas, pemikiran kritis dan keterlibatan aktif
> murid dianggap penting? apakah perbedaan kemampuan tiap anak diakomodasi
> dengan baik? seimbangkah antara kegiatan akademis (intrakurikuler) dengan
> kegiatan ekstrakurikuler? Khusus untuk Taman Bermain dan Taman
Kanak-kanak,
> pastikanlah bahwa sesuai namanya, kegiatan bermain di sekolah itu memiliki
> porsi yang jauh lebih besar dibandingkan kegiatan belajar. Kalaupun ada
> kegiatan 3M (membaca, menulis & menghitung) di TK, pastikan bahwa kegiatan
> itu hanya sebatas pengenalan dan berlangsung sambil bermain, karena untuk
> pendidikan anak usia pra-SD, penekanannya tetap pada aspek bermain dan
> justru pelajaran yang seharusnya didapatkan oleh anak usia dini adalah
> pelajaran mengenai 'life skills' seperti belajar berteman, sopan santun,
> adaptasi di lingkungan luar rumah, mandiri dalam rutinitas keseharian
> (makan, pakai baju, ke kamar mandi, dll). Intinya, program sekolah yang
baik
> harus dapat memberikan pendidikan sekaligus pengajaran kepada muridnya.
>
> (b) Guru
> Tanyakanlah kualifikasi dan latar belakang pendidikan guru-guru yang
> mengajar di sekolah tersebut. Guru yang memahami psikologi dan masalah
> perkembangan anak tentunya akan lebih mampu mendidik dan mengajar muridnya
> dibandingkan dengan guru yang hanya sekedar menyampaikan materi pelajaran
> sesuai kurikulum. Tanyakan juga berapa lama masing-masing guru mengajar di
> sekolah tersebut. Suatu sekolah yang memiliki guru-guru yang sering
> keluar-masuk tidak dapat dikategorikan sebagai sekolah yang baik, karena
> besar kemungkinannya bahwa ada ketidakcocokan antara guru dan konsep
> pengajaran yang diterapkan di sekolah itu. Jangan lupa untuk minta ijin
> mengamati kegiatan belajar di kelas, supaya dapat menangkap suasana
> interaksi antara guru & murid di sekolah itu. Akan lebih baik lagi jika
kita
> bisa menangkap suasana interaksi di antara para guru di sekolah itu.
Sebuah
> tim yang solid dan kompak tentunya akan menghasilkan proses pengajaran &
> pendidikan yang konsisten.
>
> (c) Fasilitas
> Untuk dapat dikatakan memiliki fasilitas yang memadai, sebuah sekolah
tidak
> perlu dilengkapi dengan kolam renang dan alat permainan yang canggih atau
> diimport dari luar negeri. Yang terpenting adalah bahwa sekolah itu
memiliki
> fasilitas dengan standar kebersihan, kemanan dan kenyamanan yang baik
untuk
> anak. Fasilitas standar yang harus dimiliki sebuah Taman Bermain & TK
> adalah:
> -Halaman; walaupun tidak seluas lapangan bola, namun sekolah harus
memiliki
> lahan berumput dengan pepohonan rindang yang memungkinkan murid-muridnya
> bermain dengan aman dan nyaman. Tanaman yang ada di halaman sekolah itu
> harus terawat dengan baik, karena hal ini berkaitan erat dengan kesehatan
> anak.
> -Ruang Belajar / Kelas; perhatikan ventilasi dan faktor kesehatan di ruang
> belajar (apalagi jika kegiatan banyak berlangsung di dalam kelas), seperti
> banyak tidaknya tumpukan barang dll-Tempat Bermain; idealnya, sekolah
> memiliki tempat bermain di dalam, selain di halaman. Tempat ini bisa saja
> merupakan tempat berlangsungnya kegiatan belajar-mengajar di dalam
(indoor)
> -Ruang Guru; adanya ruang guru menunjukkan bahwa sekolah memiliki sistem
> manajemen. Selain itu ruang guru juga memiliki makna bahwa para guru
> memiliki tempat untuk bertemu dan melakukan kegiatan bersama-sama.
> -Kamar Mandi; jangan pernah lupa untuk melihat keadaan kamar mandi di
> sekolah yang dikunjungi. Kebersihan kamar mandi merupakan indikator yang
> jelas untuk menilai kebersihan fasilitas sekolah lainnya. Perhatikan juga
> keamanan di dalam kamar mandi tersebut, seperti di mana letak kunci pintu
> (jika gampang dicapai anak, ada kemungkinan akan terkunci di dalam),
apakah
> lantai basah / licin, dll.
> -Alat Peraga & Permainan; walaupun bukan merupakan alat yang canggih atau
> bermerek terkenal, namun sekolah yang baik haruslah memiliki alat peraga
> serta permainan yang bervariasi. Dari alat peraga dan permainan ini juga
> kita bisa melihat kreativitas pihak sekolah dalam pengadaan sarana
belajar.
> -Perpustakaan; walaupun mungkin tidak memiliki ruangan khusus, tetapi
> idealnya sekolah mempunyai kumpulan buku untuk murid maupun gurunya.
>
> Dari seluruh tips yang tertulis di atas, hal terpenting yang harus diingat
> oleh orangtua adalah bahwa sekolah HANYA merupakan salah satu mitra dalam
> upaya pendidikan dan pengajaran anak. Jangan mengharapkan bahwa anak akan
> berkembang jika orangtua tidak ikut berperan dan bertanggung jawab dalam
> proses pendidikannya. Walau bagaimanapun juga, pendidikan yang paling
> bermakna dan membekas bagi anak adalah yang ia dapatkan di rumah, dari
> orangtua dan anggota keluarganya.
>
> Selamat berburu sekolah untuk Ananda tercinta, semoga sukses mencapai
tujuan
> pendidikan, yaitu menciptakan anak-anak yang bahagia menjadi dirinya
> sendiri, amiin!

oleh Dra. Rose Mini A. Prianto M.Psi

Kamis, 23 Juli 2009

BROKOLI, Sayuran Lezat Beribu Manfaat

Brokoli (Brassica oleracea var.italica) adalah Bunga dari sayuran tanaman sejenis kubis-kubisan. Sayuran ini merupakan kumpulan dari kuntum bunga yang membentuk gerombolan berupa kuntum.


Selain bisa dimakan mentah, sayuran ini bisa diolah menjadi beragam hidangan lezat. Seperti sayuran lain, brokoli kaya akan provitamin A/karotenoid, asam folat dan vitamin C. Masak sebentar agar vitaminnya tidak rusak dan warnanya tetap menarik. Agar brokoli tetapi hijau segar, rebus dengan air mendidih yang sudah ditambahkan dengan 1/2 sdt garam dapur.

Selain vitamin, brokoli juga mengandung beragam mineral penting seperti kalsium, potasium, kalium, besi dan selenium. Zat lain yang terkandung di dalam brokoli adalah sulfur dalam bentuk glukosinolat, senyawa antidot, monoterpene dan genestein. Flvonoid dan serat terkandung juga memperkaya kandungan nutrisi dari brokoli.

Brokoli memiliki beragam manfaat untuk kesehatan tubuh, seperti mencegah terjadinya kanker kolon, kanker prostat, kanker paru dan kanker perut. Zat terkandung di dalam brokoli juga bermanfaat sebagai antioksidan. Sedangkan seratnya bermanfaat untuk mencegah konstipasi/sembelit dan ganguan pencernaan lainnya. Budi Sutomo

Bahaya Pelihara Kucing di Rumah

memelihara kucing di rumah tentu ada risiko tertular beberapa jenis penyakit. Satu yang paling harus diwaspadai, bila membawa penyakit toxoplasma. Ini sejenis parasit yang hidup di usus kucing. Maka parasitnya berpotensi menulari lewat tinja kucing.

Karena tinja kucing berceceran di sekitar rumah, maka parasit juga berpotensi tersebar di sekitar permukaan tanah, lantai, dan pekarangan rumah. Parasit juga melekat pada bulu, mulut, dan wadah bekas makan kucing. Itu wilayah yang perlu diwaspadai.

Parasit dalam usus kucing ini juga bisa hidup di tubuh manusia. Maka kita sebut penyakit hewan yang bisa juga pada manusia atau zoonosis. Berdekatan hidup dengan kucing berisiko tertular parasit ini. Tentu tidak semua kucing membawa parasit ini. Hanya kucing yang tertular saja yang menjadi sumber penular.

Bukan hanya kucing. Bisa juga anjing, kambing, sapi, kerbau, atau hewan apa saja yang tertular parasit ini. Biasanya hewanyang merumput. Kambing dan kerbau mendapatkannya setelah makan rumput yang sudah tercemar parasit ini. Kotoran kucing yang berceceran terbawa kaki kucing ke rumput yang kemudian dimakan kambing atau hewan pemakan rumput lainnya.

Parasit dalam bentuk kiste yang masuk ke tubuh kambing atau pemakan rumput yang tercemar parasit akan tumbuh di dalam daging. Maka hati-hati makan daging kambing, kerbau, atau sapi setengah matang, jika ternyata ternak tersebut mengidap toxoplasmosis.

Bagi bayi, toxoplasma sama risikonya dengan pada orang dewasa. Namun kelak pada kaum Hawa, parasit ini menimbulkan masalah bila sedang hamil positif toxoplasma. Tahunya berpenyakit, dari pemeriksaan darah di laboratorium, kedapatan positif toxoplasma. Kehamilan dengan toxoplasma berakibat anak cacat dalam kandungan, kalau bukan anak mati. Maka sebaiknya tidak hamil dulu kalau positif toxoplasma.

Ada jenis penyakit lain yang dibawa kucing, berupa penyakit cacing. Tapi tidak lebih berbahaya dibanding toxoplasma. Cara mencegah agar tidak tertular, dengan menjaga kebersihan. Selain kebersihan lingkungan rumah, juga kebersihan perorangan, khususnya tertib mencuci tangan. Parasit dari sekitar rumah mudah melekat pada jemari tangan. Bila makan tanpa membasuh tangan dengan sabun sampai bersih, maka penularan toxoplasma berlangsung melalui jemari tangan ini.


dr Handrawan Nadesul

Minggu, 19 Juli 2009

Konsep MESRA dalam Membina Keluarga Islami

eramuslim - Membentuk dan membina keluarga islami merupakan cita-cita luhur setiap muslim. Keluarga islami adalah salah satu pondasi yang harus diwujudkan karena keluarga adalah salah satu unsur pembentuk masyarakat luas. Jika semakin banyak keluarga menerapkan konsep islami, maka diharapkan semakin mudah membentuk masyarakat islami.

Salah satu metode membina keluarga islami adalah dengan menerapkan konsep MESRA dalam keluarga. MESRA merupakan kependekan dari Mendidik, Empati, Senyum, Rapi-Rajin dan Aktif. Lima langkah yang ingin ditawarkan dalam membina keluarga Islami.

Mendidik

Suami memiliki kewajiban untuk mendidik istrinya dalam mengembangkan berbagai potensi kebaikan. Walaupun ada kasus di mana secara akademis, istri memiliki jenjang pendidikan lebih tinggi, amanah sebagai qawwam di rumah tangga menyiratkan kebutuhan kematangan ilmu dan emosional pada diri suami. Isyarat peran suami sebagai pendidik disampaikan misalnya pada ayat: "Wahai orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka..." (QS at-Tahrim: 6). Puncak tujuan pendidikan adalah terjaminnya keselamatan keluarga di hari akhirat kelak.

Istri dapat memposisikan diri sebagai mitra dan sebagai pembelajar dalam interaksinya dengan suami. Figur Ummul Mu'miniin, terutama pada Khadijah, Aisyah, dan Ummu Salamah radiyallahu anhun ajma'iin memberikan contoh-contoh peran sebagai mitra suami dalam menempuh cita-cita mulia kehidupan. Mereka mendukung perjuangan suami, berdialog, memberikan saran-saran dan memiliki sikap ingin tahu (curiousity) dalam ilmu-ilmu yang bermanfaat.

Peran saling mendidik dan khususnya isyarat active self-learning process (proses pembelajaran mandiri) bagi para istri tertuang pada ayat: "Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah Nabimu). Sesungguhnya Allah Mahalembut lagi Maha Melihat". (QS al-Ahzab: 34)

Empati

Istilah empati sepadan dengan terlibatnya hati dan pikiran dengan masalah yang dihadapi orang lain di luar kita. Berbagai riset menunjukkan bahwa empati menjadi sumber berbagai sikap dan tingkah laku mulia. Sebaliknya lemahnya empati menyebabkan berbagai efek buruk pada sikap dan tingkah laku. Empati adalah awal sikap untuk membantu. Keberadaaan empati diasosiasikan dengan perbuatan pro-sosial, sebaliknya ketiadaan empati menampak pada perbuatan anti-sosial. Cara paling efektif menumbuhkan empati adalah dengan berinteraksi, mendengar, dan menghayati orang lain.

Suasana rumah tangga menjadi harmonis tatkala suami-istri saling berempati dengan pasangannya. Empati ini akan mengurangi sikap-sikap menyakiti pasangan. Kita tidak berbicara menyakiti dalam bentuk membentak atau bersikap keras terhadap pasangan; Ini terlalu jauh. Bahkan empati ini secara sangat lembut merupakan sensitifitas kita bersikap dan bertindak.

Tingkat empati suami-istri memang diuji pada sejauhmana memahami kondisi gelisah, kecewa, sedih pada saat beban pikiran dan jiwa melanda pasangan. Pada kondisi ini dukungan kita terhadap pasangan kita akan begitu besar manfaatnya. Sebaliknya sikap jujur dalam kehidupan dan suasana bahagia karena prestasi pasangan akan menjadi kesegaran yang indah dalam rumah tangga, ketika kita mampu menyampaikan apresiasi dengan tepat.

Lebih dari itu empati yang prima akan terwujud dalam suasana saling membantu di antara suami dan istri yang berlangsung secara alami. Artinya tanpa harus yang satu sampai memaksa pasangannya untuk menolong dirinya.

Senyum

Wajah Nabi Muhammad SAW senantiasa dihiasi dengan senyuman. Begitulah keseharian beliau di rumah, sebagaimana dikisahkan Aisyah ra. Bahkan Nabi menyampaikan "tabassamu wajhi li akhika shadaqah", tersenyumnya kita terhadap saudara muslim adalah sebuah shadaqah. Maka akan lebih besar pahala yang kita terima jika menghiasi wajah ini dengan senyuman untuk pasangan kita. Senyuman suami terhadap istri atau sebaliknya sangat dengan dengan pemenuhan peran suami-istri sebagai kekasih. Senyuman itu akan membuahkan cinta.

Sungguh senyum adalah pancaran hati yang damai dan hati yang diliputi cinta dan kasih sayang. Bacalah kondisi hati kita. Tatkala ia ringkih dan kasat (keras), maka sangat sulit senyum ini terpancar. Karenanya menjaga suasana senyum di rumah tangga pada hakikatnya adalah menjaga kondisi agar hati kita senantiasa hidup dengan dzikr kepada ar Rahmaan. Dialah yang menurunkan sakinah, mawaddah wa rahmah kepada kita dalam membina rumah tangga (QS ar-Ruum: 21).

Rapi-Rajin

Seorang suami akan merasa senang hatinya jika mendapati rumahnya dalam keadaan rapi. Anak-anak sudah mandi dan rapi dengan pakaian tidurnya di sore hari. Begitu juga menemui sang istri dalam keadaan rapi menarik. Sebaliknya, seorang istri akan sangat senang hatinya mendapatkan suaminya tekun dan rajin dalam bekerja. Teliti memperhatikan kebutuhan rumah tangga di sela-sela perjuangannya di masyarakat. Tentu saja seorang istri akan senang melihat suaminya berpakaian rapi, apalagi jika suaminya tetap berusaha menjaga stamina tubuh agar senantiasa fit.

Hal-hal di atas selaras dengan tuntunan Islam dalam interaksi suami-istri. "Allah itu indah dan suka keindahan", demikian isyarat Nabi. Begitu juga Nabi memerintahkan para sahabatnya agar merapikan rambutnya, bahkan beliau memberitahukan sebuah rahasia sosial, yaitu banyak menyelewengnya wanita Bani Israil, karena ketidakrapian suami mereka. Adapun diantara sifat istri shalihah yang diisyaratkan Nabi adalah yang membuat hati tertarik manakala melihatnya.

Aktif

Dalam kerangka dakwah, pembangunan al usrah al islaamiyyah atau keluarga Islami menempati jejang penting dalam membangun peradaban Islami. Keluarga ini sendiri dibangun oleh seorang suami dan istri yang sama-sama berkomitmen membentuk pribadi Islami pada dirinya.

Ketika diikrarkan akad nikah, maka diikrarkan pula untuk membangun keluarga di mana suami-istri berada dalam aktifitas kebaikan buat masyarakatnya. Dalam aktifitas kebaikan inilah sebuah keluarga akan menemukan tantangan perjuangan dan nilai mulia di tengah masyarakat.

Rasa saling mencintai dan menyayangi diantara suami-istri, bukanlah hanya sebatas "kisah picisan", yang hampa dari nilai mulia. Kadang mencengangkan, ketika bahtera rumah tangga bukannya mengarungi samudra perjuangan yang luas, tapi hanya terdampar di sungai-sungai kecil; Sibuk dengan urusan mencari harta, bertengkar dan saling menyalahkan pasangan untuk masalah-masalah sepele.

Tidak! Keluarga Islami adalah yang cinta dan sayang diantara mereka terus dipupuk untuk saling mendukung dalam perjuangan besar. Setiap hari keluarga Islami menjadi semakin cerdas, karena terus ditempa berbagai pelajaran kehidupan yang banyak dan bermutu.

Gambaran kerja sama aktif kaum lelaki dan kaum perempuan untuk kerja-kerja perbaikan kondisi sosial-masyarakat dalam ayat: "Dan orang-orang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka mereka ( adalah) menjadi penolong sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana". (QS at-Taubah: 71)


Adi J. Mustafa, Peminat Masalah Pengembangan Diri

Rabu, 15 Juli 2009

Tips Membina Rumah Tangga yang Sakinah

Setiap insan yang hidup pasti menginginkan dan mendambakan suatu kehidupan yang bahagia, tentram, sejahtera, penuh dengan keamanan dan ketenangan atau bisa dikatakan kehidupan yang sakinah, karena memang sifat dasar manusia adalah senantiasa condong kepada hal-hal yang bisa menentramkan jiwa serta membahagiakan anggota badannya, sehingga berbagai cara dan usaha ditempuh untuk meraih kehidupan yang sakinah tersebut.

Pembaca yang budiman, sesungguhnya sebuah kehidupan yang sakinah, yang dibangun diatas rasa cinta dan kasih sayang, tentu sangat berarti dan bernilai dalam sebuah rumah tangga. Betapa tidak, bagi seorang pria atau seorang wanita yang akan membangun sebuah rumah tangga melalui tali pernikahan, pasti berharap dan bercita-cita bisa membentuk sebuah rumah tangga yang sakinah, ataupun bagi yang telah menjalani kehidupan berumah tangga senantiasa berupaya untuk meraih kehidupan yang sakinah tersebut.

HAKEKAT KEHIDUPAN RUMAH TANGGA YANG SAKINAH

Pembaca yang budiman, telah disebutkan tadi bahwasanya setiap pribadi, terkhusus mereka yang telah berumah tangga, pasti dan sangat berkeinginan untuk merasakan kehidupan yang sakinah, sehingga kita menyaksikan berbagai macam cara dan usaha serta berbagai jenis metode ditempuh, yang mana semuanya itu dibangun diatas presepsi yang berbeda dalam mencapai tujuan kehidupan yang sakinah tadi. Maka nampak di pandangan kita sebagian orang ada yang berusaha mencari dan menumpuk harta kekayaan sebanyak-banyaknya, karena mereka menganggap bahwa dengan harta itulah akan diraih kehidupan yang sakinah. Ada pula yang senantiasa berupaya untuk menyehatkan dan memperindah tubuhnya, karena memang di benak mereka kehidupan yang sakinah itu terletak pada kesehatan fisik dan keindahan bentuk tubuh. Disana ada juga yang berpandangan bahwa kehidupan yang sakinah bisa diperoleh semata-mata pada makanan yang lezat dan beraneka ragam, tempat tinggal yang luas dan megah, serta pasangan hidup yang rupawan, sehingga mereka berupaya dengan sekuat tenaga untuk mendapatkan itu semua. Akan tetapi, pembaca yang budiman, perlu kita ketahui dan pahami terlebih dahulu apa sebenarnya hakekat kehidupan yang sakinah dalam sebuah kehidupan rumah tangga.

Sesungguhnya hakekat kehidupan yang sakinah adalah suatu kehidupan yang dilandasi mawaddah warohmah (cinta dan kasih sayang) dari Allah subhanahu wata'ala Pencipta alam semesta ini. Yakni sebuah kehidupan yang dirihdoi Allah, yang mana para pelakunya/orang yang menjalani kehidupan tersebut senantiasa berusaha dan mencari keridhoan Allah dan rasulNya, dengan cara melakukan setiap apa yang diperintahkan dan meninggalkan segala apa yang dilarang oleh Allah dan rasulNya.

Maka kesimpulannya, bahwa hakekat sebuah kehidupan rumah tangga yang sakinah adalah terletak pada realisasi/penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan berumah tangga yang bertujuan mencari ridho Allah subhanahu wata'ala. Karena memang hakekat ketenangan jiwa (sakinah) itu adalah ketenangan yang terbimbing dengan agama dan datang dari sisi Allah subhanahu wata'ala, sebagaimana firman Allah (artinya): "Dia-lah yang telah menurunkan sakinah (ketenangan) ke dalam hati orang-orang yang beriman agar keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada)." (Al Fath: 4)

BIMBINGAN RASULULLAH DALAM KEHIDUPAN BERUMAH TANGGA

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam selaku uswatun hasanah (suri tauladan yang baik) yang patut dicontoh telah membimbing umatnya dalam hidup berumah tangga agar tercapai sebuah kehidupan rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah. Bimbingan tersebut baik secara lisan melalui sabda beliau shalallahu 'alaihi wasallam maupun secara amaliah, yakni dengan perbuatan/contoh yang beliau shalallahu 'alaihi wasallam lakukan.

Diantaranya adalah Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam senantiasa menghasung seorang suami dan isteri untuk saling ta'awun (tolong menolong, bahu membahu, bantu membantu) dan bekerja sama dalam bentuk saling menasehati dan saling mengingatkan dalam kebaikan dan ketakwaan, sebagaimana sabda beliau shalallahu 'alaihi wasallam:

اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلَاهُ فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ

"Nasehatilah isteri-isteri kalian dengan cara yang baik, karena sesungguhnya para wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah bagian atasnya (paling atas), maka jika kalian (para suami) keras dalam meluruskannya (membimbingnya), pasti kalian akan mematahkannya. Dan jika kalian membiarkannya (yakni tidak membimbingnya), maka tetap akan bengkok. Nasehatilah isteri-isteri (para wanita) dengan cara yang baik." (Muttafaqun 'alaihi. Hadits shohih, dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu 'anhu)

Dalam hadits tersebut, kita melihat bagaimana Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam membimbing para suami untuk senantiasa mendidik dan menasehati isteri-isteri mereka dengan cara yang baik, lembut dan terus-menerus atau berkesinambungan dalam menasehatinya. Hal ini ditunjukkan dengan sabda beliau shalallahu 'alaihi wasallam:

وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ

yakni "jika kalian para suami tidak menasehati mereka (para isteri), maka mereka tetap dalam keadaan bengkok," artinya tetap dalam keadaan salah dan keliru. Karena memang wanita itu lemah dan kurang akal dan agamanya, serta mempunyai sifat kebengkokan karena diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok sebagaimana disebutkan dalam hadits tadi, sehingga senantiasa butuh terhadap nasehat.

Akan tetapi tidak menutup kemungkinan juga bahkan ini dianjurkan bagi seorang isteri untuk memberikan nasehat kepada suaminya dengan cara yang baik pula, karena nasehat sangat dibutuhkan bagi siapa saja. Dan bagi siapa saja yang mampu hendaklah dilakukan. Allah subhanahu wata'ala berfirman (artinya):

"Dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (Al 'Ashr: 3)

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:

الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ

"Agama itu nasehat." (HR. Muslim no. 55) Maka sebuah rumah tangga akan tetap kokoh dan akan meraih suatu kehidupan yang sakinah, insya Allah, dengan adanya sikap saling menasehati dalam kebaikan dan ketakwaan.

DIANTARA TIPS/CARA MERAIH KEHIDUPAN YANG SAKINAH

1. Berdzikir
Ketahuilah, dengan berdzikir dan memperbanyak dzikir kepada Allah, maka seseorang akan memperoleh ketenangan dalam hidup (sakinah). Allah subhanahu wata'ala berfirman (artinya):

"Ketahuilah, dengan berdzikir kepada Allah, (maka) hati (jiwa) akan (menjadi) tenang." (Ar Ra'd:28)

Baik dzikir dengan makna khusus, yaitu dengan melafazhkan dzikir-dzikir tertentu yang telah disyariatkan, misal:

أَسْتَغْفِرُالله ,

dan lain-lain, maupun dzikir dengan makna umum, yaitu mengingat, sehingga mencakup/meliputi segala jenis ibadah atau kekuatan yang dilakukan seorang hamba dalam rangka mengingat Allah subhanahu wata'ala, seperti sholat, shoum (puasa), shodaqoh, dan lain-lain.

2. Menuntut ilmu agama
Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ

"Tidaklah berkumpul suatu kaum/kelompok disalah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid), (yang mana) mereka membaca Al Qur`an dan mengkajinya diantara mereka, kecuali akan turun (dari sisi Allah subhanahu wata'ala) kepada mereka as sakinah (ketenangan)." (Muttafaqun 'alaihi. Hadits shohih, dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu 'anhu)

Dalam hadits diatas, Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam memberikan kabar gembira bagi mereka yang mempelajari Al Qur`an (ilmu agama), baik dengan mempelajari cara membaca maupun dengan membaca sekaligus mengaji makna serta tafsirnya, yaitu bahwasanya Allah akan menurunkan as sakinah (ketenangan jiwa) pada mereka.

Pembaca yang budiman, demikianlah diantara beberapa hal yang bisa dijadikan tips untuk meraih dan membina rumah tangga yang sakinah. Wallahu a'lam. Semoga kajian ringkas ini dapat kita terapkan dalam hidup berkeluarga sehingga Allah menjadikan keluarga kita keluarga yang sakinah mawaddah warohmah. Amiin, Ya Rabbal alamiin.

Sumber: www.assalafy.org