Kamis, 17 September 2009

Siap-Siap Sebelum Lebaran

Lebaran berarti suasana baru. Nah, persiapan apa saja yang harus dilakukan untuk menyambut Lebaran
1. Cat ulang dinding rumah dengan warna baru atau warna lama. Serahkan urusan pengecatan pada orang yang berpengalaman, karena sapuan cat yang rapi dan rata akan memberi nilai tambah pada ruangan. Lakukan pengecatan paling lambat 3 minggu sebelum Lebaran, karena cat butuh waktu pengeringan yang cukup lama. Perhitungkan juga persiapan sebelum dan sesudah pengecatan, seperti menggeser perabot, dan sebagainya.

2. Agar suasana ruangan berubah, ganti hiasan dinding atau posisi hiasan tersebut. Misalnya, lukisan bunga yang biasanya di ruang tamu dipindah ke ruang keluarga. Perubahan akan memberikan suasana berbeda.

3. Singkirkan untuk sementara asesoris interior yang mudah pecah atau pernak-pernik lain yang mungkin mengganggu kenyamanan tamu. Tentu, Anda tidak ingin barang berharga tersebut pecah atau rusak saat banyak tamu, kan? Ganti asesoris interior tersebut dengan tanaman dalam ruangan, misalnya. Letakkan di atas meja atau di sudut ruangan.

4. Bersihkan karpet dari debu atau noda yang menempel, atau ganti dengan karpet baru. Pilih corak berwarna cerah dengan motif beragam, lalu letakkan di bawah meja. Sesuaikan karpet dengan luas meja, jangan terlalu besar (melebihi luas meja yang ada di atasnya) karena dapat menyebabkan orang yang melewati meja tersandung karena perbedaan tinggi antara lantai dan karpet. Sebaiknya pasang karpet 3 hari sebelum Lebaran agar tidak kotor dan berdebu.

5. Tata meja dan kursi diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pergerakan tamu. Pindahkan sebagian kursi di bagian tengah ke pinggir ruangan agar ruangan menjadi lebih luas. Siapkan kursi tambahan bila sewaktu-waktu diperlukan. Letakkan meja untuk tempat makanan sedekat mungkin dengan jangkauan tamu atau dekat kursi, sehingga memudahkan tamu mengambilnya.

6. Bunga potong merupakan dekorasi yang tidak pernah tertinggal untuk menyambut hari besar, karena bisa menyegarkan ruangan.

7. Untuk acara makan bersama setelah shalat Id, siapkan peralatan makan yang diperlukan.Cuci bersih sehari sebelum Lebaran. Hitung berapa banyak peralatan yang dibutuhkan, dengan memperkirakan jumlah tamu yang akan datang, lalu simpan di lemari yang mudah dijangkau. Nah, pagi hari sebelum salat Id, Anda tinggal menyusun sesuai kebutuhan.

8. Masukkan kue kering yang sudah dibeli/dibuat sendiri ke dalam toples dua hari sebelum Lebaran. Tak perlu semua kue kering Anda suguhkan, cukup 3 - 4 macam saja.

dari Dok.nova

Baking Soda yang Serba Guna

Baking soda tak cuma dipakai untuk membuat kue tapi juga bermanfaat sebagai alat pembersih peralatan rumah tangga.

Produk tak beracun dan tak berbau ini bisa dipakai untuk berbagai macam keperluan. Yang lebih penting lagi, harganya murah. Antara lain:

Dapur:

- Tempatkan sekotak/semangkuk baking soda di kulkas, freezer, atau di lemari. bau tak sedap pun akan diserap baking soda.
- Baking soda juga dapat menghilangkan bau sampah. Teteskan pada dasar tempat sampah lalu teteskan lagi di kantong plastik sampah baru yang akan digunakan.
- Percikan minyak sesudah memasak dapat dihilangkan dengan meneteskan baking soda.
- Untuk membersihkan permukaan yang kotor, bubuhkan baking tepung soda pada lap basah. Lap kemudian bilas dengan air bersih.
- Untuk menghilangkan bau apek dari kotak makanan, bilas dengan air panas dan baking soda. Bila bau tidak hilang, biarkan campuran air dan baking soda semalaman agar menyerap.
- Untuk membersihkan perak, tempelkan baking soda dan air (dengan perbandingan 3 : 1). Gosokkan pada tiap bagian lalu bilas dengan air hangat dan keringkan dengan lap yang lembut.
- Untuk menghilangkan lecet atau minyak yang tumpah di lantai, teteskan tepung soda dan seka dengan lap lembab yang hangat. Pemakaian ini aman untuk lantai yang non-lilin.
- Panci gosong juga bisa dibersihkan dengan baking soda. Caranya, bubuhkan baking soda lalu tambahkan air panas. Biarkan semalaman. Bekas makanan yang mongering akan terlepas dengan mudah.

Kamar Mandi:

- Untuk menghilangkan noda yang menempel di permukaan, beri baking soda dan air (perbandingan 3 : 1). Gosok hingga bersih, bilas.
- Sisir dan sikat rambut juga dapat dibersihkan dengan larutan baking soda.
- Untuk mengatasi saluran yang tersumbat, tuangkan 1/4 cangkir baking soda sekali seminggu. Bilas dengan air panas.

Fungsi Lain:

- Untuk menghilangkan bau-bauan dari karpet, taburkan baking soda. Biarkan paling tidak selama 15 menit, lalu bersihkan dengan vacuum cleaner. Ulangi bila perlu.
- Bila di rumah Anda ada perokok, letakkan baking soda di dalam dan di dasar asbak untuk menghilangkan sebagian bau asap yang apek.
- Mainan anak-anak dapat dibersihkan dengan menggunakan 1/4 cangkir baking soda yang dialturkan dengan 3 gelas air hangat. Masukkan mainan ke dalam campuran ini atau bersihkan dengan lap basah, lalu bilas dengan air bersih.
- Ganti separuh dari tiap ukuran deterjen pakaian dengan baking soda agar pakaian tetap segar.
- Untuk menghilangkan noda lemak, selain menambahkan baking soda ke dalam mesin cuci yang sudah berisi pakaian, dapat juga dengan menempelkan baking soda pada pakaian yang terkena noda sebelum dicuci.
- Taburkan bakng soda pada popok yang dikumpulkan di ember. Cara ini akan mengurangi bau menyengat yang keluar pada saat popok dicuci.
- Tambahkan 1/2 cangkir baking soda di mesin cuci bersamaan dengan jumlah pemutih yang biasa dipakai.
- Bila Anda menggunakan keranjang pakaian kotor, masukkan baking tepung soda setiap hari agar keranjang tidak bau

dari tabloid nova.

Senin, 17 Agustus 2009

Apa dan Mengapa Vitamin A

PEMBERIAN KAPSUL VITAMIN A PADA BALITA

1. Apa manfaat kapsul vitamin A untuk balita?

a. Menjaga kesehatan mata dan mencegah kebutaan.
b. Meningkatkan daya tahan tubuh.
c. Bila terkena diare, campak atau infeksi lain, maka penyakit tersebut tidak akan menjadi parah sehingga tidak membahayakan jiwa anak.

2. Kapan kapsul vitamin A diberikan?

a. Secara periodik untuk:
1) Anak balita 6-59 bulan, diberikan 1 (satu) kapsul secara serentak setiap bulan Februari dan Agustus.
Umur 6-11 bulan: Kapsul biru (100.000 SI)
Umur 12-59 bulan: Kapsul merah (200.000 SI)

b. Pada kejadian tertentu
1) Bila ditemukan kasus xerophthalmia, campak, diare, ISPA, dan gizi buruk (marasmus, kwashiorkor, marasmic kwashiorkor).
Tindakan yang harus dilakukan adalah:
Saat ditemukan:
Berikan 1 (satu) kapsul vitamin A warna merah atau biru sesuai umur
Hari berikutnya:
Berikan lagi 1 (satu) kaspsul vitamin A merah atau biru sesuai umur
Dua minggu berikutnya:
Berikan lagi 1 (satu) kaspsul vitamin A merah atau biru sesuai umur.

2) Bila ada Kejadian Luar Biasa (KLB) campak, pneumonia, diare, gizi buruk, dan infeksi lain
Kepada seluruh balita di wilayah tersebut diberi satu kapsul vitamin A sesuai umur. Bila balita tersebut telah menerima kapsul terakhir belum mencapai 30 hari pada saat KLB maka kepada balite tersebut tidak dianjurkan lagi diberikan kapsul vitamin A.

3) Kejadian bencana alam
Seluruh balita di wilayah bencana alam/pengungsian diberi kapsul vitamin A dengan dosis sesuai umur.

4) Sweeping
Sweeping adalah salah satu upaya untuk menjaring sasaran dalam meningkatkan pemberian kapsul vitamin A. Hal ini dilakukan bila masih terdapat sasaran yang beluj mendapatkan kapsul vitamin A pada hari pemberian yang telah ditentukan dalam bentuk kunjungan rumah.

3. Di mana memperoleh kapsul vitamin A?
a. Posyandu
b. Polindes (Bidan di Desa)
c. Puskesmas pembantu
d. Puskesmas
e. Praktik swasta (Bidan, Rumah Bersalin, Klinik Bersalin dll)
f. Kelompok KIA.

4. Bagaimana memberikan kapsul vitamin A kepada bayi dan anak balita?
Gunting ujung kapsul, keluarkan isi kapsul dengan memencet kapsul sampai semua isinya masuk ke mulut anak.

5. Siapa yang bisa memberikan kapsul vitamin A pada bayi dan anak balita?

a. Petugas kesehatan
b. Bidan di Desa
c. Tokoh Masyarakat
d. Kepala Desa
e. Ketua RT/RW
f. Kader
g. Orang tua/keluarga.

Bayi ASI Cenderung Kurang Vitamin D

Kekurangan vitamin D amat umum pada bayi. Temuan terbaru menyebutkan bayi yang mendapat air susu ibu berpotensi lebih besar kekurangan vitamin D daripada yang mengkonsumsi susu formula.

Ini adalah hasil studi yang cukup menghentak mengingat selama ini segala yang terbaik diperoleh dari ASI.

Penelitian itu dilakukan pada 380 bayi dan anak di bawah usia lima tahun di rumah sakit anak-anak Boston. Sebanyak 40% di antaranya mendapatkan vitamin D amat standar, dan 12% lainnya secara klinis digolongkan kekurangan vitamin D.

Anak-anak dan balita yang mendapat ASI 10 kali lipat kekurangan vitamin D dibanding yang mengkonsumsi susu botolan.

Vitamin D yang merupakan hasil sintesa tubuh dibantu sinar matahari memainkan peranan penting dalam upaya mengurangi risiko diabetes, mutiple scerosis, dan beberapa jenis kanker.

Gejala kekurangan vitamin D meningkat pada anak-anak dan dewasa, karena gaya hidup modern yang lebih banyak beraktifitas dalam ruangan.

Hasil penelitian yang dipublikasikan Archieves of Pediatrics and Adolescent Medicine itu langsung menuju inti debat selama ini, yaitu seberapa banyak kebutuhan vitamin D dan bagaimana cara terbaik untuk mendapatkannya.

Profesor James A Taylor dari Fakultas Kedokteran University of Washington menulis artikel yang mengkritik lemahnya konsensus di antara pakar kesehatan, untuk menetapkan tingkat vitamin D yang memenuhi syarat kesehatan.

Selain itu, hanya sedikit riset yang memperlihatkan efek jangka panjang dari kekurangan vitamin D pada usia amat sangat muda.

Penelitian yang berlangsung di Boston antara 2005 hingga 2007 itu menunjukkan anak-anak dan dewasa yang berkulit gelap cenderung kurang vitamin D karena ada ekstra pigmen yang menghalangi tubuh mensintesa vitamin D. Kemampuan itu makin merosot pada musim dingin.

Pada penelitian itu hanya 20 anak yang mendapat ASI eksklusif dan hanya enam di antaranya yang mendapat suplemen vitamin D.

Kekurangan vitamin D pada balita yang disusui disebabkan oleh ibunya yang memang tergolong kurang vitamin tersebut. Sedangkan pada susu formula umumnya telah ditambahkan bahan yang mengandung vitamin D.

Sebagian pakar menyebutkan tambahan suplemen vitamin D pada ibu atau balita ber-ASI dianggap tidak perlu, sepanjang mendapat cukup sinar matahari pagi.

Rabu, 29 Juli 2009

Tips Mencari / Memilih Sekolah untuk Anak Usia Dini

> Hal paling mendasar yang harus dilakukan oleh orangtua dalam upaya mencari
> sekolah untuk putra-putrinya adalah :
>
> 1. Orangtua harus mengevaluasi serta bertanya pada diri sendiri untuk
> kemudian menetapkan :
>
> (a) Falsafah & nilai-nilai yang dimiliki oleh keluarga.
> Tentunya orangtua menginginkan bahwa di sekolah manapun, anak akan belajar
> dan mendapatkan falsafah serta nilai-nilai yang selaras dengan yang
dimiliki
> oleh keluarga.
>
> (b) Visi & misi keluarga.
> Tujuan orangtua menyekolahkan anaknya akan membentuk harapan atas apa yang
> akan didapat anak di sekolah. Apakah orangtua ingin memperkenalkan kepada
> anak tentang nuansa kehidupan di luar rumah? Apakah orangtua ingin
mendapat
> bantuan dari sekolah untuk mengatasi masalah anak (misalnya masalah
> sosialisasi, gangguan perkembangan dll)? Visi dan misi ini juga akan
> membentuk skala prioritas orangtua dalam mencari sekolah untuk anaknya,
> termasuk hal apa yang harus dikompromikan, karena tentunya tidak ada
sekolah
> yang sempurna dalam memenuhi segala persyaratan dan harapan kita sebagai
> orangtua.
>
> (c) Nuansa sekolah yang dicari.
> Apakah orangtua menginginkan sekolah yang memiliki nuansa tertentu,
seperti
> religius atau berbahasa asing?
>
> (d) Dana yang dimiliki.
> Cukup banyak orang salah kaprah dengan menyimpulkan bahwa sekolah yang
baik
> adalah sekolah yang mahal, oleh karena itu banyak orangtua memaksakan diri
> untuk menyekolahkan anaknya dengan alasan bahwa apapun akan dilakukan
> asalkan si anak mendapat pendidikan terbaik. Tetapi sesungguhnya salah
satu
> 'pelajaran' hidup yang sangat penting diberikan kepada anak kita adalah
> bagaimana menerima diri apa adanya dan tidak memaksakan diri untuk berada
di
> luar batas kemampuannya.
>
> (e) Seberapa jauh orangtua memiliki kemampuan untuk menunjang pendidikan
> anaknya di rumah?
> Ada banyak kasus yang menunjukkan bahwa orangtua berharap, sekolah bisa
> menjadi pengganti diri dan fungsinya. Orangtua sibuk beraktivitas, tidak
> 'sempat' memperhatikan/mengajarkan budi pekerti, sehingga diharapkan
> anak-anak belajar tentang budi pekerti dari guru-gurunya di sekolah.
> Orangtua merasa tidak memiliki kemampuan berbahasa asing, maka anaknya
> disekolahkan di sekolah dwi/multi-bahasa, dengan harapan bahwa kelak dalam
> kehidupannya, si anak akan fasih berbahasa asing. Jangan pernah lupa,
bahwa
> konsistensi adalah faktor terpenting dalam pendidikan anak, apalagi di
usia
> dini. Akan percuma si anak belajar tentang budi pekerti di sekolah, jika
di
> rumah tidak ada yang memberi contoh. Sama halnya, seperti penggunaan
bahasa
> asing di sekolah, padahal di rumah bahasa itu tidak pernah dipakai.
Ketidak
> konsistenan seperti itu hanya akan menjadi potensi masalah bagi si anak
dan
> oleh karena itulah orangtua sebaiknya menimbang betul kemampuannya dalam
> menunjang pendidikan anak di rumah.
>
> 2. Orangtua harus melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah yang menjadi
> pilihan untuk anaknya, supaya dapat melihat sendiri keadaan di sana,
> menangkap suasana serta bertanya-jawab langsung dengan pihak sekolah
maupuan
> orangtua dari murid di sekolah tersebut. Saat melakukan kunjungan ini,
> datanglah dulu sendirian agar dapat leluasa mengobservasi keadaan sekolah
> dan bertanya jawab. Jika kemudian orangtua merasa cocok dengan apa yang
> dilihat & didengarnya, rencanakan kunjungan ke-2 bersama anak, agar
orangtua
> bisa melihat apakah anak merasa cukup nyaman di sekolah itu (beberapa
> sekolah menawarkan fasilitas uji coba / trial, pakailah!). Namun perlu
> diingat bahwa kemampuan setiap anak untuk beradaptasi di lingkungan baru
> berbeda. Jika anak menangis dan kelihatan takut, bukan berarti bahwa
sekolah
> itu buruk dan tidak cocok untuknya.
>
> Beberapa informasi penting yang perlu dicari mengenai sekolah tersebut
> adalah:
> (a) Program
> Orangtua perlu dan boleh bertanya, bagaimana konsep dan sistem pengajaran
di
> sekolah itu; apakah kreativitas, pemikiran kritis dan keterlibatan aktif
> murid dianggap penting? apakah perbedaan kemampuan tiap anak diakomodasi
> dengan baik? seimbangkah antara kegiatan akademis (intrakurikuler) dengan
> kegiatan ekstrakurikuler? Khusus untuk Taman Bermain dan Taman
Kanak-kanak,
> pastikanlah bahwa sesuai namanya, kegiatan bermain di sekolah itu memiliki
> porsi yang jauh lebih besar dibandingkan kegiatan belajar. Kalaupun ada
> kegiatan 3M (membaca, menulis & menghitung) di TK, pastikan bahwa kegiatan
> itu hanya sebatas pengenalan dan berlangsung sambil bermain, karena untuk
> pendidikan anak usia pra-SD, penekanannya tetap pada aspek bermain dan
> justru pelajaran yang seharusnya didapatkan oleh anak usia dini adalah
> pelajaran mengenai 'life skills' seperti belajar berteman, sopan santun,
> adaptasi di lingkungan luar rumah, mandiri dalam rutinitas keseharian
> (makan, pakai baju, ke kamar mandi, dll). Intinya, program sekolah yang
baik
> harus dapat memberikan pendidikan sekaligus pengajaran kepada muridnya.
>
> (b) Guru
> Tanyakanlah kualifikasi dan latar belakang pendidikan guru-guru yang
> mengajar di sekolah tersebut. Guru yang memahami psikologi dan masalah
> perkembangan anak tentunya akan lebih mampu mendidik dan mengajar muridnya
> dibandingkan dengan guru yang hanya sekedar menyampaikan materi pelajaran
> sesuai kurikulum. Tanyakan juga berapa lama masing-masing guru mengajar di
> sekolah tersebut. Suatu sekolah yang memiliki guru-guru yang sering
> keluar-masuk tidak dapat dikategorikan sebagai sekolah yang baik, karena
> besar kemungkinannya bahwa ada ketidakcocokan antara guru dan konsep
> pengajaran yang diterapkan di sekolah itu. Jangan lupa untuk minta ijin
> mengamati kegiatan belajar di kelas, supaya dapat menangkap suasana
> interaksi antara guru & murid di sekolah itu. Akan lebih baik lagi jika
kita
> bisa menangkap suasana interaksi di antara para guru di sekolah itu.
Sebuah
> tim yang solid dan kompak tentunya akan menghasilkan proses pengajaran &
> pendidikan yang konsisten.
>
> (c) Fasilitas
> Untuk dapat dikatakan memiliki fasilitas yang memadai, sebuah sekolah
tidak
> perlu dilengkapi dengan kolam renang dan alat permainan yang canggih atau
> diimport dari luar negeri. Yang terpenting adalah bahwa sekolah itu
memiliki
> fasilitas dengan standar kebersihan, kemanan dan kenyamanan yang baik
untuk
> anak. Fasilitas standar yang harus dimiliki sebuah Taman Bermain & TK
> adalah:
> -Halaman; walaupun tidak seluas lapangan bola, namun sekolah harus
memiliki
> lahan berumput dengan pepohonan rindang yang memungkinkan murid-muridnya
> bermain dengan aman dan nyaman. Tanaman yang ada di halaman sekolah itu
> harus terawat dengan baik, karena hal ini berkaitan erat dengan kesehatan
> anak.
> -Ruang Belajar / Kelas; perhatikan ventilasi dan faktor kesehatan di ruang
> belajar (apalagi jika kegiatan banyak berlangsung di dalam kelas), seperti
> banyak tidaknya tumpukan barang dll-Tempat Bermain; idealnya, sekolah
> memiliki tempat bermain di dalam, selain di halaman. Tempat ini bisa saja
> merupakan tempat berlangsungnya kegiatan belajar-mengajar di dalam
(indoor)
> -Ruang Guru; adanya ruang guru menunjukkan bahwa sekolah memiliki sistem
> manajemen. Selain itu ruang guru juga memiliki makna bahwa para guru
> memiliki tempat untuk bertemu dan melakukan kegiatan bersama-sama.
> -Kamar Mandi; jangan pernah lupa untuk melihat keadaan kamar mandi di
> sekolah yang dikunjungi. Kebersihan kamar mandi merupakan indikator yang
> jelas untuk menilai kebersihan fasilitas sekolah lainnya. Perhatikan juga
> keamanan di dalam kamar mandi tersebut, seperti di mana letak kunci pintu
> (jika gampang dicapai anak, ada kemungkinan akan terkunci di dalam),
apakah
> lantai basah / licin, dll.
> -Alat Peraga & Permainan; walaupun bukan merupakan alat yang canggih atau
> bermerek terkenal, namun sekolah yang baik haruslah memiliki alat peraga
> serta permainan yang bervariasi. Dari alat peraga dan permainan ini juga
> kita bisa melihat kreativitas pihak sekolah dalam pengadaan sarana
belajar.
> -Perpustakaan; walaupun mungkin tidak memiliki ruangan khusus, tetapi
> idealnya sekolah mempunyai kumpulan buku untuk murid maupun gurunya.
>
> Dari seluruh tips yang tertulis di atas, hal terpenting yang harus diingat
> oleh orangtua adalah bahwa sekolah HANYA merupakan salah satu mitra dalam
> upaya pendidikan dan pengajaran anak. Jangan mengharapkan bahwa anak akan
> berkembang jika orangtua tidak ikut berperan dan bertanggung jawab dalam
> proses pendidikannya. Walau bagaimanapun juga, pendidikan yang paling
> bermakna dan membekas bagi anak adalah yang ia dapatkan di rumah, dari
> orangtua dan anggota keluarganya.
>
> Selamat berburu sekolah untuk Ananda tercinta, semoga sukses mencapai
tujuan
> pendidikan, yaitu menciptakan anak-anak yang bahagia menjadi dirinya
> sendiri, amiin!

oleh Dra. Rose Mini A. Prianto M.Psi

Kamis, 23 Juli 2009

BROKOLI, Sayuran Lezat Beribu Manfaat

Brokoli (Brassica oleracea var.italica) adalah Bunga dari sayuran tanaman sejenis kubis-kubisan. Sayuran ini merupakan kumpulan dari kuntum bunga yang membentuk gerombolan berupa kuntum.


Selain bisa dimakan mentah, sayuran ini bisa diolah menjadi beragam hidangan lezat. Seperti sayuran lain, brokoli kaya akan provitamin A/karotenoid, asam folat dan vitamin C. Masak sebentar agar vitaminnya tidak rusak dan warnanya tetap menarik. Agar brokoli tetapi hijau segar, rebus dengan air mendidih yang sudah ditambahkan dengan 1/2 sdt garam dapur.

Selain vitamin, brokoli juga mengandung beragam mineral penting seperti kalsium, potasium, kalium, besi dan selenium. Zat lain yang terkandung di dalam brokoli adalah sulfur dalam bentuk glukosinolat, senyawa antidot, monoterpene dan genestein. Flvonoid dan serat terkandung juga memperkaya kandungan nutrisi dari brokoli.

Brokoli memiliki beragam manfaat untuk kesehatan tubuh, seperti mencegah terjadinya kanker kolon, kanker prostat, kanker paru dan kanker perut. Zat terkandung di dalam brokoli juga bermanfaat sebagai antioksidan. Sedangkan seratnya bermanfaat untuk mencegah konstipasi/sembelit dan ganguan pencernaan lainnya. Budi Sutomo

Bahaya Pelihara Kucing di Rumah

memelihara kucing di rumah tentu ada risiko tertular beberapa jenis penyakit. Satu yang paling harus diwaspadai, bila membawa penyakit toxoplasma. Ini sejenis parasit yang hidup di usus kucing. Maka parasitnya berpotensi menulari lewat tinja kucing.

Karena tinja kucing berceceran di sekitar rumah, maka parasit juga berpotensi tersebar di sekitar permukaan tanah, lantai, dan pekarangan rumah. Parasit juga melekat pada bulu, mulut, dan wadah bekas makan kucing. Itu wilayah yang perlu diwaspadai.

Parasit dalam usus kucing ini juga bisa hidup di tubuh manusia. Maka kita sebut penyakit hewan yang bisa juga pada manusia atau zoonosis. Berdekatan hidup dengan kucing berisiko tertular parasit ini. Tentu tidak semua kucing membawa parasit ini. Hanya kucing yang tertular saja yang menjadi sumber penular.

Bukan hanya kucing. Bisa juga anjing, kambing, sapi, kerbau, atau hewan apa saja yang tertular parasit ini. Biasanya hewanyang merumput. Kambing dan kerbau mendapatkannya setelah makan rumput yang sudah tercemar parasit ini. Kotoran kucing yang berceceran terbawa kaki kucing ke rumput yang kemudian dimakan kambing atau hewan pemakan rumput lainnya.

Parasit dalam bentuk kiste yang masuk ke tubuh kambing atau pemakan rumput yang tercemar parasit akan tumbuh di dalam daging. Maka hati-hati makan daging kambing, kerbau, atau sapi setengah matang, jika ternyata ternak tersebut mengidap toxoplasmosis.

Bagi bayi, toxoplasma sama risikonya dengan pada orang dewasa. Namun kelak pada kaum Hawa, parasit ini menimbulkan masalah bila sedang hamil positif toxoplasma. Tahunya berpenyakit, dari pemeriksaan darah di laboratorium, kedapatan positif toxoplasma. Kehamilan dengan toxoplasma berakibat anak cacat dalam kandungan, kalau bukan anak mati. Maka sebaiknya tidak hamil dulu kalau positif toxoplasma.

Ada jenis penyakit lain yang dibawa kucing, berupa penyakit cacing. Tapi tidak lebih berbahaya dibanding toxoplasma. Cara mencegah agar tidak tertular, dengan menjaga kebersihan. Selain kebersihan lingkungan rumah, juga kebersihan perorangan, khususnya tertib mencuci tangan. Parasit dari sekitar rumah mudah melekat pada jemari tangan. Bila makan tanpa membasuh tangan dengan sabun sampai bersih, maka penularan toxoplasma berlangsung melalui jemari tangan ini.


dr Handrawan Nadesul