Senin, 02 November 2009

Amaliyah Wanita Muslimah

akhwat

1. Hindarilah sikap kurang puas dan perbanyaklah diam.

Allah berfirman:
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka kecuali bisikan orang yang menyeru manusia memberikan sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.” (An Nisa 114)

Ketahuilah wahai ukthi, di setiap saat dan setiap tempat ada yang senantiasa memperhatikan dan mencatat setiap ucapanmu.

“Seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (Qaaf 17- 18)

Karena itu, wahai ukthi, berbicaralah hanya yang pantas-pantas saja. Ringkaskan ucapanmu, serta cukuplah hingga sesuai dengan maksud pembicaraanmu.

2. Bacalah Al-Qur’an Al-Karim dan buat jadwal harian untuk tadaarus serta usahakan menghafalnya semampumu agar engkau mendapat pahala yang besar di hari kiamat nanti.

Abdullah bin Umar Ra meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW berbeda: Kepada yang senang membaca Al- Qur’ an di hari kiamat nanti dikatakan: “Bacalah dan perbaikilah bacaanmu sebagaimana yang telah kamu kerjakan di dunia dahulu, maka sesungguhnya kedudukanmu itu tergantung kepada akhir ayat yang sedang kamu baca itu.” (HR- Tirmidzi)

3. Bukanlah merupakan suatu kebaikan apabila kamu berbicara dan selalu berkomentar terhadap setiap hal yang kamu dengar, sebab hal itu dapat menjatuhkanmu ke dalam kebohongan.

Abu Huraifah Ra berkata bahwa Nabi Muhammad Saw : “Cukuplah bagi orang itu disebut pembohong jika ia berbicara dengan setiap apa yang ia dengar.” (HR. Muslim).

4. Jauhilah sifat sombong dan membanggakan diri dengan sesuatu yang tidak kamu punyai dengan tujuan memperbanyak harta dan mendapat ketenaran di mata manusia.

Aisyah Ra, meriwayatkan bahwa seorang wanita bertanya kepada Rasulullah SAW : “Bolehkah saya mengatakan bahwa suami saya telah memberikan sesuatu padahal dia tidak memberikan sesuatu kepadaku?” Rasulullah lalu bersabda : “Orang yang menyiarkan tentang apa yang tidak dia terirna (pemberian) bagaikan orang yang memakai dua baju kebohongan.” (Muttafaq alaihi) .

5. Dzikrullah itu mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan

seorang muslim, baik dilihat secara ruhaniyah, kejiwaan, jasmani maupun sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu jagalah, wahai saudaraku, ingatlah kepada Allah Ta’ala setiap saat walau bagaimanapun keadaannya. Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah memuji hamba-hamba-Nya yang mukhlis.

Firman-Nya:
“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah swt baik dalam keadaan berdiri, duduk maupun berbaring.” (Ali Imran 191).

Abdullah bin Basar Ra pernah menyebutkan bahwa ada seorang laki-laki berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam itu telah cukup banyak dalam pandangan saya, untuk itu beritahu saya dengan sesuatu yang bisa saya jadikan pegangan.” bersabda Rasulullah: “Lidahmu itu akan terus basah dengan berdzikir kepada Allah.” (HR. Tinnidzi).

6. Jika kamu ingin berbicara, maka jauhilah dari membesar-besarkan diri, bermanis-manis kata dan terlena dalam buaian kata. sebab itu merupakan sifat yang dibenci oleh Rasulullah SAW.

Beliau bersabda :
“Sesungguhnya sesuatu yang paling saya benci dan paling jauh posisinya dariku pada hari kiamat adalah mereka yang banyak bicara, angkuh dalam berucap dan besar mulut.” (HR. Tarmidzi).

7. Jadikanlah pribadi Rasulullah SAW sufi teladan yang baik.

Di antaranya banyak diam, berpikir dan tidak banyak tertawa, apalagi sampai hanyut di dalamnya.

Sammak berkata, “Saya bertanya kepada Jabir bin Samirah: Apakah dulu kamu selalu hadir dalam majelis Rasulullah?” Jabir bin Samirah menjawab, “Benar , beliau banyak diam dan sedikit tertawa. Pernah sahabatnya membaca syair dan saling betukar pikiran tentang masalah mereka, kemudian mereka tertawa, tapi Rasulullah hanya tersenyum saja.” (HR. Ahmad).

Jadikanlah ucapanmu selalu condong kepada kebajikan. Jika tidak, maka diammu itu lebih baik. Bersabda Rasulullah Saw:
“Barangsiapa yang mengaku beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik, atau (kalau tidak bisa) diamlah.” (AR. Bukhari)

8. Jangan memotong pembicaraan orang, membatasi atau meremehkannya. Jadilah pendengar yang baik. Bantahlah mereka dengan uslub (metode) yang baik sebagai cermin dari kepribadian.

9. Hindari segala bentuk celaan, menggunjing, atau membicarakan aib orang lain.

“Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mencela kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang dicela itu) lebih baik dari mereka (yang mencela). Dan begitu pula wanita terhadap wanita lainnya, boleh jadi wanita yang dicela tadi lebih baik dari wanita yang mencela.” (Al Hujaraat 11)

Bersabda Rasulullah SAW :
“Seorang muslim itu saudara bagi muslim lainnya dia tidak menzaliminya, tidak mengecewakannya. juga tidak pula menghinanya. Maka cukuplah seorang itu digolongkan dalam keburukan bila ia menghina saudaranya yang muslim.” (HR. Muslim).

10. Jika kamu mendengar bacaan AI Qur’an Al Karim, maka hentikanlah segala pembicaraan bagaimanapun pentingnya. sebagai rasa hormat terhadap Kalamullah. dan juga sebagai pelaksanaan perintah-Nya.

“Dan apabila AI Qur.an dibacakan maka dengarkanlah dan perhatikan dengan tenang agar kamu mendapat rahmat” (Al A’raf 204).

11. Pandai-pandailah dalam memilih kata sebelum ke luar dari mulutmu. Jagalah perkataanmu agar tetap bersih. cocok dan sesuai dengan kebenaran, jauh dari keburukan, serta tidak menimbulkan kemurkaan Allah Ta’ala. karena setiap kata mempunyai tanggung jawab yang besar. Berapa banyak kata yang bisa menyebabkan si pembicaranya masuk surga, dan berapa banyak pula kata yang memasukkan orangnya ke dasar neraka jahannam.

Abu Hurairah Ra berkata Nabi Muhammad SA W bersabda: “Seorang hamba yang jika berbicara semata-mata yang diridhoi Allah dan seolah-olah tidak dihiraukan orang, maka Allah akan mengangkat derajatnya. Namun seorang hamba berbicara dengan ucapan yang dibenci Allah seolah-olah tidak dihiraukan orang, maka ucapan itu akan membawanya ke neraka jahannam.” (HR. Bukhari).

Mu’adz Ra bertanya kepada Nabi Saw :
“Ya Rasulullah, apakah kita bertanggung jawab terhadap semua yang kita ucapkan?” Rasulullah Saw menjawab: “Ibumu pasti kehilangan kamu, wahai Mu’adz! Tidaklah manusia itu ditelungkupkan wajahnya ke dalam neraka kecuali karena tergelincimya lidah (akibat ucapan) mereka.” (HR. Turmudzi).

12. Gunakanlah lidahmu yang merupakan nikmat Allah yang agung bagimu untuk amar makruf nahi munkar dan dakwah kepada kebajikan.

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka kecuali bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.” (An Nisa 114)

13. Wahai saudariku muslimah, belajar (menuntut ilmu) itu merupakan hal yang terpuji dan mulia.

Syifa’ binti Abdillah berkata, Nabi Saw pernah masuk ke dalam rumah ketika saya berada di rumah Hafsah, kemudian beliau bertanya kepada saya, ” Apakah kamu tidak mengajari ini (yakni Hafsah) penangkal seekor semut sebagaimana kamu telah mengajarinya tulis menulis?” (HR. Ahmad).

14. Maksud dan tujuan menuntut ilmu itu bukan hanya untuk memperoleh ijazah. untuk mendapatkan pekerjaan atau status sosial, tapi untuk mengetahui berbagai urusan agama. hukum-hukumnya dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an Al-Karim sehingga seorang wanita dapat beribadah kepada Robb-nya dengan dasar pemahaman yang jelas. Seperti diketahui, salah satu tujuan menuntut ilmu adalah untuk menelaah teori belajar yang tepat sebagaimana yang tercermin dalam kehidupan Rasulullah Saw, para sahabat dan para pendahulu umat ini, agar kita hidup dalam kebahagiaan dan ketenangan.

15. Jauhilah setiap bentuk gurauan dan celaan. Jangan bersikap sombong terhadap orang lain dalam menuntut ilmu. dan jadikanlah sifat tawadhu (rendah hati) cermin pribadimu agar prestasimu bisa maju dan naik. Kalau tidak demikian maka niscaya ilmumu akan membawa bencana bagimu.

Ka’ ab bin Malik Ra berkata, Saya mendengar Rasulullah Saw bersabda: “Barang siapa menuntut ilmu karena untuk bersaing dengan para alim atau karena hendak membantah orang-orang bodoh dan karena mau menarik perhatian manusia kepadanya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka.” (HR. Tirmidzi)

sumber : pesantrenonline.com

Minggu, 27 September 2009

 Mencari Keberkahan Rezeki

Setiap kita pasti berharap, agar bisa mendapatkan rezeki yang halal, dan berkah. Yaitu mendapat barakah dari Allah, sehingga bisa mencukupi kebutuhan, dan bermanfaat untuk dunia dan akhirat. Di zaman moderen ini, berbagai cara untuk mendapatkan rezeki, semakin kompleks. Dari kesemuanya itu, ada yang hukumnya halal, haram, maupun subhat.


Cara mencari rezeki yang halal, tentunya dengan jalan yang tidak melanggar syariat-syariat Allah, misalnya bertani, berdagang barang-barang yang halal dan mubah, atau bekerja halal sesuai dengan ketrampilan yang kita miliki.

Adapun rezeki yang haram, misalnya yang diperoleh dari riba, judi, penipuan, jual beli barang haram, serta dari berbagai sektor maksiat (misalnya dunia musik, keartisan, pamer aurat, hingga menjual kehormatan), tindak kriminal, juga dari jalan syirik atau perdukunan. Sedangkan rezeki yang subhat, adalah yang cara memperolehnya diragukan kehalalannya, atau masih samar-samar antara halal dan haram.


Misalnya, rezeki dari orang yang bekerja di suatu perusahaan atau media, yang visi dan missinya tidak senantiasa sejalan dengan Islam, bahkan sering berlawanan. Atau rezeki yang diperoleh dengan cara mengikuti bisnis MLM yang terkadang dianggap merugikan bagi sebagian pihak tertentu, atau yang diperoleh dari berbagai cara yang ternyata bila diteliti lebih jauh, diragukan kehalalannya. Dengan menjadi pialang saham, misalnya, yang oleh sebagian ulama dikatakan identik dengan judi.

Untuk meraih keberkahan rezeki, tentunya sebisa mungkin kita harus menghindari hal-hal yang subhat, apalagi haram. Karena itu, dalam berusaha "menjemput rezeki", kita harus memperhatikan hal-hal berikut:

PASTIKAN KEHALALANNYA

Kehalalan, harus menjadi prioritas kita dalam mencari rezeki. Jangan sampai makanan yang masuk dalam tubuh kita sekeluarga, berasal dari rezeki yang haram. Dalam sebuah hadits ditegaskan bahwa setiap daging yang diberi makan dari yang haram, tempatnya adalah di neraka. Na'udzubillah....

Jadi sebisa mungkin, berbagai sektor kerja yag berbau haram atau subhat harus kita hindari. Jangan tergiur untuk mendapatkan uang atau keuntungan dengan mudah, bila harus menggunakan cara yang haram. Insyaallah, rezeki yang sedikit tetapi diperoleh dengan cara halal, akan lebih berkah dan bermanfaat daripada hasil yang banyak, namun diperoleh dengan cara haram.

TIDAK MENZHALIMI/MERUGIKAN ORANG LAIN

Keberkahan akan sulit kita peroleh, bila cara kita dalam mencari rezeki, dengan menzhalimi atau merugikan orang lain. Berbagai praktik riba, penipuan, dan mengambil barang orang lain tanpa hak, itu adalah cara-cara yang menzhalimi oang lain. Allah melarang keras pada umat-Nya, agar tidak menempuh cara ini.

Allah berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan cara melanggar hukum dan zhalim, akan Kami masukkan dia ke dalam neraka. Yang demikian itu mudah bagi Allah." (an-Nisa': 29-30)

Selain itu kita juga harus ingat, bahwa doa orang yang terzhalimi akan dikabulkan oleh Allah. Jadi, bila orang yang kita zhalimi itu mendoakan keburukan bagi kita, maka kemungkinan besar keburukan itu akan menimpa kita.

IRINGI DENGAN TAKWA DAN TAWAKAL

Halangan dan rintangan, adakalanya akan menyertai langkah kita dalam mencari rezeki. Kita harus bisa bersabar menghadapi semua itu. Pun harus tetap menjaga ketakwaan dan ketawakkalan kita. Karena Allah berfirman,
"...Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya; dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu." (ath-Thalaq: 2-3)

Demikian pula jika ternyata Allah memberi kita kelapangan, dan mempermudah jalan rezeki kita, maka kita tak boleh lupa untuk senantiasa mensyukurinya. Jangan sampai kemudahan itu melalaikan kita dari-Nya.

JANGAN PUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH

Sesungguhnya rezeki kita semua sudah ditentukan oleh Allah. Jangankan kita manusia, rezeki seluruh binatang melata di muka bumi ini pun sudah dijamin oleh Allah. Karena itu, jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, yang Maha Luas karunia-Nya. Allah berfirman,
"Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah..." (az-Zumar: 53)

Yakinlah bahwa bersama kesulitan itu ada kemudahan, sebagaimana firman-Nya,
"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain); dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap." (al-Insyirah 5-8)

TIPS BAGI PEKERJA DAN PEBISNIS

Berikut ini beberapa tips praktis untuk meraih keberkahan, bagi Anda yang berprofesi sebagai pekerja/karyawan, dan juga pebisnis/pedagang.

  • Untuk Anda yang pekerja/ karyawan, tentu telah mendapatkan gaji sesuai ketentuan yang berlaku, di tempat Anda bekerja. Karena itu, bertakwalah kepada Allah. Jangan sampai Anda tergoda untuk berbuat tidak jujur, misalnya melakukan korupsi, suap-menyuap, manipulasi data, dan sebagainya. Berusahalah untuk bekerja sebaik-baiknya, dan sejujur-jujurnya.
  • Untuk Anda yang pebisnis/pedagang, Anda harus selalu mengutamakan servis terhadap konsumen. Lakukan 5 hal berikut, yang insyaallah bisa mendatangkan berkah.

1. Berusahalah untuk selalu bersikap ramah dalam melayani konsumen, juga kepada siapa saja. Jadilah orang yang murah senyum, karena senyum adalah sedekah. Insyaallah jika hal ini Anda lakukan, banyak orang yang akan merasa senang terhadap diri dan pribadi Anda. Hal ini tentu akan berdampak positif pada kelancaran usaha Anda.

2. Permudahlah setiap transaksi atau urusan dengan orang lain, dan jangan suka mempersulit. Dengan begitu, insyaallah, Allah pun akan mempermudah urusan Anda.

3. Rajin-rajinlah bersilaturrahmi kepada sanak kerabat, atau mengunjungi teman-teman dan tetangga. Karena berdasarkan hadits Rasulullah n, silaturrahmi bisa menambah rezeki, dan memperpanjang usia....

4. Rajin-rajinlah bersedekah, karena dalam harta kita ada hak orang miskin. Sedekah kita, insyaallah akan "membersihkan" harta kita. Sedekah juga aka mendatangkan keberkahan, karena Allah l akan melipatgandakan harta yang kita sedekahkan dengan ikhlas.

5. Bersyukurlah atas apa yang telah kita peroleh. Sungguh, bila kita pandai bersyukur, maka insyaallah Allah akan menambahkan nikmat-Nya kepada kita. Sebaliknya bila kita ingkar dan lupa bersyukur, maka adzab Allah sudah menanti....

Selain melakukan 5 hal di atas, bila Anda memiliki pesaing, maka bersainglah dengan sehat, dan jangan saling menjatuhkan dengan cara-cara batil, yang membuat pihak lain merasa terzhalimi.
Semoga kita semua bisa mendapatkan rezeki yang penuh berkah, amiin. (*)

Kamis, 17 September 2009

Siap-Siap Sebelum Lebaran

Lebaran berarti suasana baru. Nah, persiapan apa saja yang harus dilakukan untuk menyambut Lebaran
1. Cat ulang dinding rumah dengan warna baru atau warna lama. Serahkan urusan pengecatan pada orang yang berpengalaman, karena sapuan cat yang rapi dan rata akan memberi nilai tambah pada ruangan. Lakukan pengecatan paling lambat 3 minggu sebelum Lebaran, karena cat butuh waktu pengeringan yang cukup lama. Perhitungkan juga persiapan sebelum dan sesudah pengecatan, seperti menggeser perabot, dan sebagainya.

2. Agar suasana ruangan berubah, ganti hiasan dinding atau posisi hiasan tersebut. Misalnya, lukisan bunga yang biasanya di ruang tamu dipindah ke ruang keluarga. Perubahan akan memberikan suasana berbeda.

3. Singkirkan untuk sementara asesoris interior yang mudah pecah atau pernak-pernik lain yang mungkin mengganggu kenyamanan tamu. Tentu, Anda tidak ingin barang berharga tersebut pecah atau rusak saat banyak tamu, kan? Ganti asesoris interior tersebut dengan tanaman dalam ruangan, misalnya. Letakkan di atas meja atau di sudut ruangan.

4. Bersihkan karpet dari debu atau noda yang menempel, atau ganti dengan karpet baru. Pilih corak berwarna cerah dengan motif beragam, lalu letakkan di bawah meja. Sesuaikan karpet dengan luas meja, jangan terlalu besar (melebihi luas meja yang ada di atasnya) karena dapat menyebabkan orang yang melewati meja tersandung karena perbedaan tinggi antara lantai dan karpet. Sebaiknya pasang karpet 3 hari sebelum Lebaran agar tidak kotor dan berdebu.

5. Tata meja dan kursi diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pergerakan tamu. Pindahkan sebagian kursi di bagian tengah ke pinggir ruangan agar ruangan menjadi lebih luas. Siapkan kursi tambahan bila sewaktu-waktu diperlukan. Letakkan meja untuk tempat makanan sedekat mungkin dengan jangkauan tamu atau dekat kursi, sehingga memudahkan tamu mengambilnya.

6. Bunga potong merupakan dekorasi yang tidak pernah tertinggal untuk menyambut hari besar, karena bisa menyegarkan ruangan.

7. Untuk acara makan bersama setelah shalat Id, siapkan peralatan makan yang diperlukan.Cuci bersih sehari sebelum Lebaran. Hitung berapa banyak peralatan yang dibutuhkan, dengan memperkirakan jumlah tamu yang akan datang, lalu simpan di lemari yang mudah dijangkau. Nah, pagi hari sebelum salat Id, Anda tinggal menyusun sesuai kebutuhan.

8. Masukkan kue kering yang sudah dibeli/dibuat sendiri ke dalam toples dua hari sebelum Lebaran. Tak perlu semua kue kering Anda suguhkan, cukup 3 - 4 macam saja.

dari Dok.nova

Baking Soda yang Serba Guna

Baking soda tak cuma dipakai untuk membuat kue tapi juga bermanfaat sebagai alat pembersih peralatan rumah tangga.

Produk tak beracun dan tak berbau ini bisa dipakai untuk berbagai macam keperluan. Yang lebih penting lagi, harganya murah. Antara lain:

Dapur:

- Tempatkan sekotak/semangkuk baking soda di kulkas, freezer, atau di lemari. bau tak sedap pun akan diserap baking soda.
- Baking soda juga dapat menghilangkan bau sampah. Teteskan pada dasar tempat sampah lalu teteskan lagi di kantong plastik sampah baru yang akan digunakan.
- Percikan minyak sesudah memasak dapat dihilangkan dengan meneteskan baking soda.
- Untuk membersihkan permukaan yang kotor, bubuhkan baking tepung soda pada lap basah. Lap kemudian bilas dengan air bersih.
- Untuk menghilangkan bau apek dari kotak makanan, bilas dengan air panas dan baking soda. Bila bau tidak hilang, biarkan campuran air dan baking soda semalaman agar menyerap.
- Untuk membersihkan perak, tempelkan baking soda dan air (dengan perbandingan 3 : 1). Gosokkan pada tiap bagian lalu bilas dengan air hangat dan keringkan dengan lap yang lembut.
- Untuk menghilangkan lecet atau minyak yang tumpah di lantai, teteskan tepung soda dan seka dengan lap lembab yang hangat. Pemakaian ini aman untuk lantai yang non-lilin.
- Panci gosong juga bisa dibersihkan dengan baking soda. Caranya, bubuhkan baking soda lalu tambahkan air panas. Biarkan semalaman. Bekas makanan yang mongering akan terlepas dengan mudah.

Kamar Mandi:

- Untuk menghilangkan noda yang menempel di permukaan, beri baking soda dan air (perbandingan 3 : 1). Gosok hingga bersih, bilas.
- Sisir dan sikat rambut juga dapat dibersihkan dengan larutan baking soda.
- Untuk mengatasi saluran yang tersumbat, tuangkan 1/4 cangkir baking soda sekali seminggu. Bilas dengan air panas.

Fungsi Lain:

- Untuk menghilangkan bau-bauan dari karpet, taburkan baking soda. Biarkan paling tidak selama 15 menit, lalu bersihkan dengan vacuum cleaner. Ulangi bila perlu.
- Bila di rumah Anda ada perokok, letakkan baking soda di dalam dan di dasar asbak untuk menghilangkan sebagian bau asap yang apek.
- Mainan anak-anak dapat dibersihkan dengan menggunakan 1/4 cangkir baking soda yang dialturkan dengan 3 gelas air hangat. Masukkan mainan ke dalam campuran ini atau bersihkan dengan lap basah, lalu bilas dengan air bersih.
- Ganti separuh dari tiap ukuran deterjen pakaian dengan baking soda agar pakaian tetap segar.
- Untuk menghilangkan noda lemak, selain menambahkan baking soda ke dalam mesin cuci yang sudah berisi pakaian, dapat juga dengan menempelkan baking soda pada pakaian yang terkena noda sebelum dicuci.
- Taburkan bakng soda pada popok yang dikumpulkan di ember. Cara ini akan mengurangi bau menyengat yang keluar pada saat popok dicuci.
- Tambahkan 1/2 cangkir baking soda di mesin cuci bersamaan dengan jumlah pemutih yang biasa dipakai.
- Bila Anda menggunakan keranjang pakaian kotor, masukkan baking tepung soda setiap hari agar keranjang tidak bau

dari tabloid nova.

Senin, 17 Agustus 2009

Apa dan Mengapa Vitamin A

PEMBERIAN KAPSUL VITAMIN A PADA BALITA

1. Apa manfaat kapsul vitamin A untuk balita?

a. Menjaga kesehatan mata dan mencegah kebutaan.
b. Meningkatkan daya tahan tubuh.
c. Bila terkena diare, campak atau infeksi lain, maka penyakit tersebut tidak akan menjadi parah sehingga tidak membahayakan jiwa anak.

2. Kapan kapsul vitamin A diberikan?

a. Secara periodik untuk:
1) Anak balita 6-59 bulan, diberikan 1 (satu) kapsul secara serentak setiap bulan Februari dan Agustus.
Umur 6-11 bulan: Kapsul biru (100.000 SI)
Umur 12-59 bulan: Kapsul merah (200.000 SI)

b. Pada kejadian tertentu
1) Bila ditemukan kasus xerophthalmia, campak, diare, ISPA, dan gizi buruk (marasmus, kwashiorkor, marasmic kwashiorkor).
Tindakan yang harus dilakukan adalah:
Saat ditemukan:
Berikan 1 (satu) kapsul vitamin A warna merah atau biru sesuai umur
Hari berikutnya:
Berikan lagi 1 (satu) kaspsul vitamin A merah atau biru sesuai umur
Dua minggu berikutnya:
Berikan lagi 1 (satu) kaspsul vitamin A merah atau biru sesuai umur.

2) Bila ada Kejadian Luar Biasa (KLB) campak, pneumonia, diare, gizi buruk, dan infeksi lain
Kepada seluruh balita di wilayah tersebut diberi satu kapsul vitamin A sesuai umur. Bila balita tersebut telah menerima kapsul terakhir belum mencapai 30 hari pada saat KLB maka kepada balite tersebut tidak dianjurkan lagi diberikan kapsul vitamin A.

3) Kejadian bencana alam
Seluruh balita di wilayah bencana alam/pengungsian diberi kapsul vitamin A dengan dosis sesuai umur.

4) Sweeping
Sweeping adalah salah satu upaya untuk menjaring sasaran dalam meningkatkan pemberian kapsul vitamin A. Hal ini dilakukan bila masih terdapat sasaran yang beluj mendapatkan kapsul vitamin A pada hari pemberian yang telah ditentukan dalam bentuk kunjungan rumah.

3. Di mana memperoleh kapsul vitamin A?
a. Posyandu
b. Polindes (Bidan di Desa)
c. Puskesmas pembantu
d. Puskesmas
e. Praktik swasta (Bidan, Rumah Bersalin, Klinik Bersalin dll)
f. Kelompok KIA.

4. Bagaimana memberikan kapsul vitamin A kepada bayi dan anak balita?
Gunting ujung kapsul, keluarkan isi kapsul dengan memencet kapsul sampai semua isinya masuk ke mulut anak.

5. Siapa yang bisa memberikan kapsul vitamin A pada bayi dan anak balita?

a. Petugas kesehatan
b. Bidan di Desa
c. Tokoh Masyarakat
d. Kepala Desa
e. Ketua RT/RW
f. Kader
g. Orang tua/keluarga.

Bayi ASI Cenderung Kurang Vitamin D

Kekurangan vitamin D amat umum pada bayi. Temuan terbaru menyebutkan bayi yang mendapat air susu ibu berpotensi lebih besar kekurangan vitamin D daripada yang mengkonsumsi susu formula.

Ini adalah hasil studi yang cukup menghentak mengingat selama ini segala yang terbaik diperoleh dari ASI.

Penelitian itu dilakukan pada 380 bayi dan anak di bawah usia lima tahun di rumah sakit anak-anak Boston. Sebanyak 40% di antaranya mendapatkan vitamin D amat standar, dan 12% lainnya secara klinis digolongkan kekurangan vitamin D.

Anak-anak dan balita yang mendapat ASI 10 kali lipat kekurangan vitamin D dibanding yang mengkonsumsi susu botolan.

Vitamin D yang merupakan hasil sintesa tubuh dibantu sinar matahari memainkan peranan penting dalam upaya mengurangi risiko diabetes, mutiple scerosis, dan beberapa jenis kanker.

Gejala kekurangan vitamin D meningkat pada anak-anak dan dewasa, karena gaya hidup modern yang lebih banyak beraktifitas dalam ruangan.

Hasil penelitian yang dipublikasikan Archieves of Pediatrics and Adolescent Medicine itu langsung menuju inti debat selama ini, yaitu seberapa banyak kebutuhan vitamin D dan bagaimana cara terbaik untuk mendapatkannya.

Profesor James A Taylor dari Fakultas Kedokteran University of Washington menulis artikel yang mengkritik lemahnya konsensus di antara pakar kesehatan, untuk menetapkan tingkat vitamin D yang memenuhi syarat kesehatan.

Selain itu, hanya sedikit riset yang memperlihatkan efek jangka panjang dari kekurangan vitamin D pada usia amat sangat muda.

Penelitian yang berlangsung di Boston antara 2005 hingga 2007 itu menunjukkan anak-anak dan dewasa yang berkulit gelap cenderung kurang vitamin D karena ada ekstra pigmen yang menghalangi tubuh mensintesa vitamin D. Kemampuan itu makin merosot pada musim dingin.

Pada penelitian itu hanya 20 anak yang mendapat ASI eksklusif dan hanya enam di antaranya yang mendapat suplemen vitamin D.

Kekurangan vitamin D pada balita yang disusui disebabkan oleh ibunya yang memang tergolong kurang vitamin tersebut. Sedangkan pada susu formula umumnya telah ditambahkan bahan yang mengandung vitamin D.

Sebagian pakar menyebutkan tambahan suplemen vitamin D pada ibu atau balita ber-ASI dianggap tidak perlu, sepanjang mendapat cukup sinar matahari pagi.

Rabu, 29 Juli 2009

Tips Mencari / Memilih Sekolah untuk Anak Usia Dini

> Hal paling mendasar yang harus dilakukan oleh orangtua dalam upaya mencari
> sekolah untuk putra-putrinya adalah :
>
> 1. Orangtua harus mengevaluasi serta bertanya pada diri sendiri untuk
> kemudian menetapkan :
>
> (a) Falsafah & nilai-nilai yang dimiliki oleh keluarga.
> Tentunya orangtua menginginkan bahwa di sekolah manapun, anak akan belajar
> dan mendapatkan falsafah serta nilai-nilai yang selaras dengan yang
dimiliki
> oleh keluarga.
>
> (b) Visi & misi keluarga.
> Tujuan orangtua menyekolahkan anaknya akan membentuk harapan atas apa yang
> akan didapat anak di sekolah. Apakah orangtua ingin memperkenalkan kepada
> anak tentang nuansa kehidupan di luar rumah? Apakah orangtua ingin
mendapat
> bantuan dari sekolah untuk mengatasi masalah anak (misalnya masalah
> sosialisasi, gangguan perkembangan dll)? Visi dan misi ini juga akan
> membentuk skala prioritas orangtua dalam mencari sekolah untuk anaknya,
> termasuk hal apa yang harus dikompromikan, karena tentunya tidak ada
sekolah
> yang sempurna dalam memenuhi segala persyaratan dan harapan kita sebagai
> orangtua.
>
> (c) Nuansa sekolah yang dicari.
> Apakah orangtua menginginkan sekolah yang memiliki nuansa tertentu,
seperti
> religius atau berbahasa asing?
>
> (d) Dana yang dimiliki.
> Cukup banyak orang salah kaprah dengan menyimpulkan bahwa sekolah yang
baik
> adalah sekolah yang mahal, oleh karena itu banyak orangtua memaksakan diri
> untuk menyekolahkan anaknya dengan alasan bahwa apapun akan dilakukan
> asalkan si anak mendapat pendidikan terbaik. Tetapi sesungguhnya salah
satu
> 'pelajaran' hidup yang sangat penting diberikan kepada anak kita adalah
> bagaimana menerima diri apa adanya dan tidak memaksakan diri untuk berada
di
> luar batas kemampuannya.
>
> (e) Seberapa jauh orangtua memiliki kemampuan untuk menunjang pendidikan
> anaknya di rumah?
> Ada banyak kasus yang menunjukkan bahwa orangtua berharap, sekolah bisa
> menjadi pengganti diri dan fungsinya. Orangtua sibuk beraktivitas, tidak
> 'sempat' memperhatikan/mengajarkan budi pekerti, sehingga diharapkan
> anak-anak belajar tentang budi pekerti dari guru-gurunya di sekolah.
> Orangtua merasa tidak memiliki kemampuan berbahasa asing, maka anaknya
> disekolahkan di sekolah dwi/multi-bahasa, dengan harapan bahwa kelak dalam
> kehidupannya, si anak akan fasih berbahasa asing. Jangan pernah lupa,
bahwa
> konsistensi adalah faktor terpenting dalam pendidikan anak, apalagi di
usia
> dini. Akan percuma si anak belajar tentang budi pekerti di sekolah, jika
di
> rumah tidak ada yang memberi contoh. Sama halnya, seperti penggunaan
bahasa
> asing di sekolah, padahal di rumah bahasa itu tidak pernah dipakai.
Ketidak
> konsistenan seperti itu hanya akan menjadi potensi masalah bagi si anak
dan
> oleh karena itulah orangtua sebaiknya menimbang betul kemampuannya dalam
> menunjang pendidikan anak di rumah.
>
> 2. Orangtua harus melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah yang menjadi
> pilihan untuk anaknya, supaya dapat melihat sendiri keadaan di sana,
> menangkap suasana serta bertanya-jawab langsung dengan pihak sekolah
maupuan
> orangtua dari murid di sekolah tersebut. Saat melakukan kunjungan ini,
> datanglah dulu sendirian agar dapat leluasa mengobservasi keadaan sekolah
> dan bertanya jawab. Jika kemudian orangtua merasa cocok dengan apa yang
> dilihat & didengarnya, rencanakan kunjungan ke-2 bersama anak, agar
orangtua
> bisa melihat apakah anak merasa cukup nyaman di sekolah itu (beberapa
> sekolah menawarkan fasilitas uji coba / trial, pakailah!). Namun perlu
> diingat bahwa kemampuan setiap anak untuk beradaptasi di lingkungan baru
> berbeda. Jika anak menangis dan kelihatan takut, bukan berarti bahwa
sekolah
> itu buruk dan tidak cocok untuknya.
>
> Beberapa informasi penting yang perlu dicari mengenai sekolah tersebut
> adalah:
> (a) Program
> Orangtua perlu dan boleh bertanya, bagaimana konsep dan sistem pengajaran
di
> sekolah itu; apakah kreativitas, pemikiran kritis dan keterlibatan aktif
> murid dianggap penting? apakah perbedaan kemampuan tiap anak diakomodasi
> dengan baik? seimbangkah antara kegiatan akademis (intrakurikuler) dengan
> kegiatan ekstrakurikuler? Khusus untuk Taman Bermain dan Taman
Kanak-kanak,
> pastikanlah bahwa sesuai namanya, kegiatan bermain di sekolah itu memiliki
> porsi yang jauh lebih besar dibandingkan kegiatan belajar. Kalaupun ada
> kegiatan 3M (membaca, menulis & menghitung) di TK, pastikan bahwa kegiatan
> itu hanya sebatas pengenalan dan berlangsung sambil bermain, karena untuk
> pendidikan anak usia pra-SD, penekanannya tetap pada aspek bermain dan
> justru pelajaran yang seharusnya didapatkan oleh anak usia dini adalah
> pelajaran mengenai 'life skills' seperti belajar berteman, sopan santun,
> adaptasi di lingkungan luar rumah, mandiri dalam rutinitas keseharian
> (makan, pakai baju, ke kamar mandi, dll). Intinya, program sekolah yang
baik
> harus dapat memberikan pendidikan sekaligus pengajaran kepada muridnya.
>
> (b) Guru
> Tanyakanlah kualifikasi dan latar belakang pendidikan guru-guru yang
> mengajar di sekolah tersebut. Guru yang memahami psikologi dan masalah
> perkembangan anak tentunya akan lebih mampu mendidik dan mengajar muridnya
> dibandingkan dengan guru yang hanya sekedar menyampaikan materi pelajaran
> sesuai kurikulum. Tanyakan juga berapa lama masing-masing guru mengajar di
> sekolah tersebut. Suatu sekolah yang memiliki guru-guru yang sering
> keluar-masuk tidak dapat dikategorikan sebagai sekolah yang baik, karena
> besar kemungkinannya bahwa ada ketidakcocokan antara guru dan konsep
> pengajaran yang diterapkan di sekolah itu. Jangan lupa untuk minta ijin
> mengamati kegiatan belajar di kelas, supaya dapat menangkap suasana
> interaksi antara guru & murid di sekolah itu. Akan lebih baik lagi jika
kita
> bisa menangkap suasana interaksi di antara para guru di sekolah itu.
Sebuah
> tim yang solid dan kompak tentunya akan menghasilkan proses pengajaran &
> pendidikan yang konsisten.
>
> (c) Fasilitas
> Untuk dapat dikatakan memiliki fasilitas yang memadai, sebuah sekolah
tidak
> perlu dilengkapi dengan kolam renang dan alat permainan yang canggih atau
> diimport dari luar negeri. Yang terpenting adalah bahwa sekolah itu
memiliki
> fasilitas dengan standar kebersihan, kemanan dan kenyamanan yang baik
untuk
> anak. Fasilitas standar yang harus dimiliki sebuah Taman Bermain & TK
> adalah:
> -Halaman; walaupun tidak seluas lapangan bola, namun sekolah harus
memiliki
> lahan berumput dengan pepohonan rindang yang memungkinkan murid-muridnya
> bermain dengan aman dan nyaman. Tanaman yang ada di halaman sekolah itu
> harus terawat dengan baik, karena hal ini berkaitan erat dengan kesehatan
> anak.
> -Ruang Belajar / Kelas; perhatikan ventilasi dan faktor kesehatan di ruang
> belajar (apalagi jika kegiatan banyak berlangsung di dalam kelas), seperti
> banyak tidaknya tumpukan barang dll-Tempat Bermain; idealnya, sekolah
> memiliki tempat bermain di dalam, selain di halaman. Tempat ini bisa saja
> merupakan tempat berlangsungnya kegiatan belajar-mengajar di dalam
(indoor)
> -Ruang Guru; adanya ruang guru menunjukkan bahwa sekolah memiliki sistem
> manajemen. Selain itu ruang guru juga memiliki makna bahwa para guru
> memiliki tempat untuk bertemu dan melakukan kegiatan bersama-sama.
> -Kamar Mandi; jangan pernah lupa untuk melihat keadaan kamar mandi di
> sekolah yang dikunjungi. Kebersihan kamar mandi merupakan indikator yang
> jelas untuk menilai kebersihan fasilitas sekolah lainnya. Perhatikan juga
> keamanan di dalam kamar mandi tersebut, seperti di mana letak kunci pintu
> (jika gampang dicapai anak, ada kemungkinan akan terkunci di dalam),
apakah
> lantai basah / licin, dll.
> -Alat Peraga & Permainan; walaupun bukan merupakan alat yang canggih atau
> bermerek terkenal, namun sekolah yang baik haruslah memiliki alat peraga
> serta permainan yang bervariasi. Dari alat peraga dan permainan ini juga
> kita bisa melihat kreativitas pihak sekolah dalam pengadaan sarana
belajar.
> -Perpustakaan; walaupun mungkin tidak memiliki ruangan khusus, tetapi
> idealnya sekolah mempunyai kumpulan buku untuk murid maupun gurunya.
>
> Dari seluruh tips yang tertulis di atas, hal terpenting yang harus diingat
> oleh orangtua adalah bahwa sekolah HANYA merupakan salah satu mitra dalam
> upaya pendidikan dan pengajaran anak. Jangan mengharapkan bahwa anak akan
> berkembang jika orangtua tidak ikut berperan dan bertanggung jawab dalam
> proses pendidikannya. Walau bagaimanapun juga, pendidikan yang paling
> bermakna dan membekas bagi anak adalah yang ia dapatkan di rumah, dari
> orangtua dan anggota keluarganya.
>
> Selamat berburu sekolah untuk Ananda tercinta, semoga sukses mencapai
tujuan
> pendidikan, yaitu menciptakan anak-anak yang bahagia menjadi dirinya
> sendiri, amiin!

oleh Dra. Rose Mini A. Prianto M.Psi